Sultan HB X: Wawasan Nusantara Bahari Perlu Direvitalisasi
📅 Selasa, 14 Feb 2023, 06:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: jogjaprov.go.id
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengatakan semangat Wawasan Nusantara Bahari perlu direvitalisasi untuk mempercepat kebangkitan Indonesia menjadi poros maritim dunia.
"Guna mempercepat kebangkitan Indonesia melalui gagasan Indonesia sebagai poros maritim dunia, upaya revitalisasi semangat Wawasan Nusantara Bahari diperlukan," ujar Sri Sultan melalui keterangan resmi Pemda DIY di Yogyakarta, Minggu (12/2).
Saat berorasi dalam gelaran Maritime Awards 2022-2023 yang digelar di Jakarta, Jumat (10/2), Sri Sultan juga menekankan bahwa pemahaman tentang geopolitik dan geostrategi pun harus dimiliki oleh bangsa Indonesia.
Indonesia, kata dia, patut menaruh perhatian dengan posisinya yang memangku Samudra Hindia, khususnya eksistensi Jalur Sutra Maritim dimana pada masa perang dingin Samudra Hindia tidak pernah menjadi daya tarik kepentingan ekonomi dan politik bagi negara-negara tertentu, terutama Amerika, Jepang, Tiongkok, dan negara-negara Eropa.
Menurut Sri Sultan, konstelasi mulai berubah pada awal 2000-an, ketika konflik perairan Tiongkok Selatan mengemuka yang menyebabkan Samudra Hindia muncul ke permukaan sebagai wilayah ekonomi dan politik yang sangat penting.
Sebaiknya Anda baca juga:
Merujuk pada berbagai fenomena maritim tersebut, menurut Sri Sultan, tak berlebihan apabila bangsa Indonesia memang harus menggali, mengkaji serta merevitalisasi kembali semangat Nusantara.
Para penghuni yang berada di dalam Nusantara, ujar Sri Sultan, harus memiliki Wawasan Nusantara, sekaligus Wawasan Bahari, atau lebih tepatnya Wawasan Nusantara Bahari.
"Dalam upaya Revitalisasi Semangat Nusantara, maka konsekuensi lanjutannya adalah, bangsa Indonesia harus memiliki pemahaman tentang geopolitik dan geostrategi," jelas Sri Sultan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengatakan pemahaman geopolitik dan geostrategi dimaksudkan untuk menggugah wawasan, dalam usaha mengeksplorasi jati diri bangsa.
Pemahaman geopolitik dan geostrategi tersebut, menurut dia, dapat diderivasi dari Wawasan Nusantara, diaktualisasikan dalam konsep Bhinneka Tunggal Ika, dan untuk ditempatkan dalam konteks percaturan global dan pergeseran geopolitik internasional.
Sultan mengatakan semangat dan keterampilan bahari yang pernah menjadi kebanggaan bangsa Indonesia perlu digali dan dikembangkan kembali di kalangan generasi muda agar bangsa Indonesia mampu menjadi tuan di negeri sendiri.
"Perlu disiapkan generasi muda Indonesia, yang sanggup mengambil tanggung jawab masa depan, berkeyakinan diri, dan memiliki wawasan kebaharian yang mendalam, serta didukung oleh keterampilan bahari yang memadai," kata dia.
Lebih lanjut, Sri Sultan mengutarakan di tengah upaya menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia, teriring pula kewajiban nasional untuk memperkuat integrasi bangsa melalui strategi nasional aktualisasi nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika. Karena itu, sekalipun bangsa Indonesia adalah masyarakat yang bhineka atau berbeda-beda, menurut dia, harus selalu diingatkan bahwa seluruhnya adalah satu, dan sudah seharusnya menjadikan keberagaman sebagai faktor perekat integrasi bangsa, melalui upaya-upaya proaktif dan partisipatif.
"Memenuhi tantangan tersebut, tentu menjadi relevan, apabila kita melakukanflashbackatas upaya peneguhan Wawasan Nusantara Bahari, yang telah dilontarkan dalam Deklarasi Djuanda tahun 1957," ujar dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!