Suku Inca Persembahkan Anak sebagai Korban
📅 Selasa, 14 Feb 2023, 06:40 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Istimewa
Benua Amerika yang terbentuk karena tumbukan lempeng tektonik Nazca cukup rawan dari bencana gempa bumi, letusan gunung berapi, kekeringan, dan banjir besar. Mereka percaya dewa sebagai pengendalinya dan untuk meredam amarahnya diperlukan pengorbanan manusia.
"Sifat manusia tidak akan membiarkan mereka membunuh anak-anak mereka sendiri … jika mereka tidak mengharapkan imbalan atas apa yang mereka lakukan atau jika mereka tidak percaya bahwa mereka mengirim anak-anak mereka ke tempat yang lebih baik". Hal itu dikatakan sejarawan Inca, Juan Diez de Betanzos.
"Suku Inca adalah kelompok etnis superlatif. Meskipun populasinya tidak pernah lebih dari 100.000 individu, mereka tetap menciptakan kerajaan pribumi terbesar di Amerika. Wilayahnya memanjang sejauh 4000 kilometer, sekarang dari Kolombia selatan hingga Cile tengah Pegunungan Andes dengan medan yang terjal," ucap seorang misionaris dan penulis Padre Bernabé Cobo, seperti dikutip dari The Guardian.
Salah satu peninggalan Inca terbesar adalah kuil Machu Picchu yang berada di Peru dengan lokasi ketinggian 8.000 kaki di Andes. Tempat ini dibangun sebagai tempat peristirahatan kerajaan khususnya bagi kaisar Inca di kaki gunung. Di kota kuno yang diselimuti awan ini terdapat air mancur yang menggelegak, observatorium langit, dan yang paling mendapatkan perhatian adalah altar pengorbanan.
Meskipun kerajaan mereka ada selama kurang lebih 100 tahun yang kemudian terputus pada 1533 dengan kedatangan orang-orang Spanyol. Sebelumnya suku Inca berhasil membuat jalan sepanjang 41.000 kilometer. Penguasa memerintah sebuah kerajaan yang terdiri dari 10 juta orang dan memaksakan bahasa dan budaya mereka dari satu ujung Andes ke yang lain.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam arti yang sangat nyata, suku Inca adalah "orang Romawi" dari Dunia Baru. Seperti orang Romawi, mereka adalah administrator dan pembangun kerajaan yang hebat. Namun, seperti orang Romawi, mereka meminjam banyak aspek budaya mereka dari metalurgi dan peperangan dan arsitektur hingga pertanian dan peternakan dan astronomi dari budaya lain sebelumnya.
Orang Inca juga menyesuaikan, mengubah, dan menggabungkan unsur-unsur dari banyak agama Amerika Selatan lainnya, termasuk pengorbanan hewan dan manusia. Salah satu bukti dari pengorbanan yang dilakukan di masa lalu adalah mumi seorang gadis Inca berusia 15 tahun. Seorang remaja cantik dan tidak cacat yang dikorbankan lebih dari 500 tahun yang lalu di puncak gunung berapi setinggi 22.000 kaki di Argentina utara.
Tubuh muminya ditemukan oleh para arkeolog pada 1999. Mumi ini dapat disaksikan di untuk pertama kalinya di sebuah museum di Argentina. Dibius dengan daun koka dan dibubuhi alkohol, gadis itu dibiarkan mati membeku di ketinggian Pegunungan Andes, sebuah kematian yang tampaknya tidak masuk akal bagi orang modern.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pengungkapan kematian gadis itu menimbulkan pertanyaan. Mengapa suku Inca, meskipun merupakan salah satu budaya paling kuat, canggih, dan berprestasi di Dunia Baru, merasa perlu mengorbankan anak-anak mereka di puncak gunung?
Jawabannya dapat ditemukan dalam perpaduan yang aneh dari kepercayaan agama Inca, bencana alam, dan kesulitan untuk bertahan hidup di tengah ketinggian beku. Kerajaan ini berada dari salah satu rangkaian gunung yang paling bergejolak di dunia hingga saat ini.
"Pembalik Dunia"
Suku Inca muncul di Amerika Selatan bagian barat, satu dari hanya enam wilayah di dunia tempat masyarakat tingkat negara bagian muncul. Peradaban lainnya adalah Mesoamerika, Tiongkok, Mesopotamia, Lembah Indus, dan Mesir.
Suku Inca tergolong paling baru dari banyak peradaban yang muncul di Amerika Selatan bagian barat. Mereka meminjam dari budaya sebelumnya seperti Chimú, Moche, Nazca, dan Tiwanaku. Suku Inca mulai berkuasa secara tiba-tiba pada awal abad ke-15, dipimpin oleh seorang kaisar bernama Pachacutec yang dijuluki "Pembalik Dunia" (Overtuner of the World).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!