Kepulauan Seribu Akan Bangun Dermaga Baru
📅 Selasa, 14 Feb 2023, 05:21 WIB | Oleh: Yohanes Abimanyu
Doc: ANTARA/Abdu Faisal
KEPULAUAN SERIBU - Kabupaten Kepulauan Seribu tengah mempersiapkan pembangunan dermaga baru untuk memperkuat layanan transportasi. "Rencananya, dermaga dibangun di area Baywalk, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara," kataBupati Kepulauan Seribu, Junaedi, saat audiensi dengan pengelola Baywalk Jakarta dan PT Seribu Pesona Indonesia di Gedung Mitra Praja, Jakarta, Senin (13/2).
Junaedimengaku sudah berkomunikasi dengan pengelola Baywalk Jakarta untuk menyiapkan dermaga baru Kepulauan Seribu. Rencana ini didukung PT Seribu Pesona Indonesia. "Ini baru rencana dan komunikasi awal. Masih ada tahapan selanjutnya," ujar Junaedi.
Pekan depan, dia mau berkomunikasi dengan Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kepulauan Seribu. "Untuk nama dan lokasi sebelah mana, belum ditentukan," tambah Kepala Seksi Kehumasan dan Statistik Sudin Kominfotik Kepulauan Seribu, Jipandoli Nainggolan.
Pembangunan dermaga tersebut diharapkan bisa representatif dan menarik wisatawan maupun warga Kepulauan Seribu. Pembangunan dermaga baru Kepulauan Seribu bukan pertama kali dicetuskan. Empat tahun lalu, tepatnya 20 Agustus 2019, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu juga pernah memaparkan urgensi membangun dermaga baru.
Saat itu, Bupati Kepulauan Seribu 2018-2020, Husein Murad, juga sudah merencanakan menjadikan dermaga Bahtera Jaya Ancol di Pademangan, Jakarta Utara, sebagai ikon pintu masuk pariwisata ke wilayah Kepulauan Seribu. Karena kala itu akses menuju ke Dermaga Kaliadem, Muara Angke, Penjaringan dinilai belum cukup representatif oleh DPRD Provinsi DKI Jakarta.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kondisi demikian dikhawatirkan menurunkan animo wisatawan berkunjung ke Kepulauan Seribu lantaran ketidaknyamanan. Namun, rencana itu disampaikan jauh sebelum revitalisasi Dermaga Kaliadem, Pelabuhan Muara Angke yang rampung pada bulan Oktober 2022.
Olah Sampah
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI, Asep Kuswanto, tengah membidik lahan di Rorotan, Jakarta Utara, sebagai lokasi pembangunanfasilitas pengolahan sampah menjadi bahan bakar hijau (refuse derived fuel/RDF) kedua. "Aset pemda ada di Rorotan," Asep.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, lahan seluas sekitar lima hektare itu potensial dibangun fasilitas produksi RDF yang saat ini juga dibangun di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang di Bekasi. Fasilitas serupa di TPST Bantargebang saat ini siap uji coba dan ditargetkan beroperasi akhir Februari atau awal Maret.
Asep memastikan rencana di Rorotan bukan sebagai Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Jakarta, namun tempat mengolah sampah menjadi RDF. Rencananya, tahun ini dia memulai kajian atau studi kelayakanpembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi RDF. "Mudah-mudahan tahun depan mulai bisa memilih mitra dan membangun kontruksinya," katanya.
Asep menargetkan fasilitas tersebut dapat mengolah 2.000 ton sampah per hari menjadi RDF. Asep mengharapkan dengan adanya rencana tersebut ditargetkan pengiriman sampah dari Jakarta ke TPST Bantargebang semakin berkurang. Setiap hari Jakarta mengirim sampah sekitar 7.500 ton ke Bantargebang. Akibatnya, area TPST Bantargebang makin menyempit.
Sedangkan, fasilitas pengolahan RDF di Bantargebang kini siap menjalani uji coba sistem terintegrasi yang mampu mengolah 2.000 ton sampah lama dan baru tiap hari menjadi RDF.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!