Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dokter Peneliti Kanker yang Terbebas dari Kanker Otak Berkat Penelitiannya

📅 Sabtu, 15 Jun 2024, 02:57 WIB | Oleh:
Dokter Peneliti Kanker yang Terbebas dari Kanker Otak Berkat Penelitiannya Doc: Instagram/@profrscolyer
Ket. Terapi Eksperimental | Richard Scolyer, seorang dokter peneliti kanker asal Australia, saat sedang menjalani terapi eksperimental usai ia didiagnosa menderita kanker kotak. Berkat penelitiannya, Scolyer saat ini berhasil menghilangkan kanker otak yang dideritanya. 

Dokter ternama dari Australia, Richard Scolyer, berhasil menghilangkan kankernya setahun setelah menjalani perawatan kanker otak pertama di dunia. Terapi eksperimental itu dibuat berdasarkan penelitiannya sendiri.

Jenis glioblastoma alias kanker otak yang diidap oleh Profesor Scolyer sifatnya sangat agresif. Bahkan, mayoritas pasien hanya mampu bertahan hidup kurang dari setahun. Tetapi pada 15 mei lalu, pria berusia 57 tahun itu mengumumkan hasil pemindaian MRI terbarunya menunjukkan tumornya tidak muncul lagi.

"Jujur, saya saat itu lebih gugup daripada pemeriksaan-pemeriksaan sebelum ini," ungkap Scolyer kepadaBBC.

Scolyer merupakan salah satu ahli medis paling terkemuka di Australia. Tahun ini, ia dianugerahi Australian of the Year (warga Australia terbaik tahun ini) bersama dengan kolega dan temannya, Georgina Long. Mereka menerima penghargaan itu berkat hasil riset mereka yang revolusioner terkait melanoma, jenis kanker kulit berbahaya.

Dalam sepuluh tahun terakhir, Scolyer dan Long, selaku direktur Melanoma Institute Australia, telah meneliti terapi imun yang menggunakan sistem kekebalan tubuh untuk menyerang sel-sel kanker. Hasil penelitian mereka meningkatkan kondisi kesehatan secara dramatis bagi pasien melanoma lanjutan di seluruh dunia.

Kini, 50 persen dari pengidap melanoma sudah hampir sembuh total, kenaikan signifikan jika dibandingkan dengan tingkat kesembuhan sebelumnya, yakni kurang dari 10 persen.

Penelitian yang sama kemudian digunakan Profesor Long bersama tim dokter untuk berupaya menemukan obat untuk kanker otak yang diderita Profesor Scolyer.

Pada konteks kanker kulit, Profesor Long, seorang ahli onkologi medis ternama, dan timnya menemukan bahwa terapi imun mampu bekerja lebih baik ketika menggunakan kombinasi obat-obatan, dan ketika digunakan sebelum operasi pengangkatan tumor. Maka, Profesor Scolyer menjadi pasien kanker otak pertama yang menjalani terapi imun dengan kombinasi obat sebelum operasi.

Scolyer juga merupakan pasien pertama yang menerima vaksin yang dibuat khusus sesuai ciri-ciri tumornya. Vaksin ini membantu dalam menguatkan obat-obatan pendeteksi kanker.

Setelah melewati beberapa bulan penuh perawatan di awal tahun, yang diwarnai serangan epilepsi, masalah hati hingga pneumonia, Profesor Scolyer mengaku dirinya merasa lebih sehat.

"Saya belum pernah merasa sebaik ini," kata Scolyer, yang menambahkan ia sudah kembali berolahraga setiap hari, dan biasanya ia gemar berlari santai sejauh 15 kilometer.

"Itu bukan berarti kanker otak saya sembuh total…, tapi saya cukup senang bahwa kanker itu belum kembali timbul, jadi saya ada lebih banyak waktu untuk menikmati hidupku dengan istri saya, Katie, dan tiga anak-anak saya," ucap dia.

Perjalanan Terjal

Sejauh ini, hasilnya cukup menggembirakan bagi dua orang ahli itu yang mungkin semakin dekat dalam menghasilkan temuan yang dapat membantu sekitar 300.000 orang yang menderita kanker otak secara global setiap tahun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

24 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
Megapolitan
Waoooww….Warga Bandung ak...
Luar Negeri
Gempa Tibet Tewaskan 16 Ora...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.