Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

AS Sebut Tiongkok Gunakan Balon untuk Mata-matai 40 Negara

📅 Jumat, 10 Feb 2023, 11:50 WIB | Oleh:
AS Sebut Tiongkok Gunakan Balon untuk Mata-matai 40 Negara Doc: AP
Ket. Armada balon Tiongkok yang disebut AS dapat mengumpulkan sinyal intelijen sebagai bagian dari program mata-mata udara.

Amerika Serikat (AS) mengatakan armada balon milik Tiongkok yang ditembak jatuh ternyata diperlengkapi peralatan berteknologi tinggi yang dirancang untuk mengumpulkan sinyal intelijen sebagai bagian dari program mata-mata udara.

Melansir The Associated Press, Pemerintahan Joe Biden pada Kamis (9/2), melaporkan armada balon yang dioperasikan oleh Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) Tiongkok digunakan khusus untuk memata-matai mengumpulkan informasi sensitif dari target di lebih dari 40 negara di lima benua.

Meski begitu, Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price mengatakan tidak akan mengidentifikasi negara-negara lain yang menurut AS juga menjadi sasaran Tiongkok.

Dia juga tidak akan mengungkapkan bagaimana AS tahu bahwa Tiongkok menargetkan negara-negara tersebut, dengan mengatakan bahwa hal itu dapat membahayakan sumber dan metode intelijen AS.

Presiden Joe Biden mengatakan armada balon itu bukan atau tidak termasuk pelanggaran keamanan besar

"Lihat, jumlah total pengumpulan intelijen yang dilakukan oleh setiap negara di seluruh dunia sangat banyak," katanya kepada media Spanyol, Telemundo Noticias.

"Pokoknya, itu bukan pelanggaran besar. Maksud saya, lihat (...) itu adalah pelanggaran hukum internasional. Ini wilayah udara kita. Dan begitu masuk ke ruang kita, kita bisa melakukan apa yang kita inginkan dengannya," sambungnya.

DPR AS sendiri memilih dengan suara bulat untuk mengutuk Tiongkok atas apa yang mereka sebut sebagai "pelanggaran terang-terangan" atas kedaulatan AS. Menurut DPR armada balon itu merupakan upaya Tiongkok untuk "menipu komunitas internasional melalui klaim palsu tentang kampanye pengumpulan intelijennya."

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning mengatakan bahwa balon besar tak berawak itu adalah pesawat meteorologi sipil negaranya yang telah keluar jalur dan bahwa AS telah "bereaksi berlebihan" dengan menembak jatuh balon tersebut.

"Itu tidak bertanggung jawab," kata Mao seraya menyebut tuduhan AS sebagai bagian dari perang informasi pihak AS melawan Tiongkok.

Menggarisbawahi ketegangan, menteri pertahanan Tiongkok menolak untuk menerima panggilan telepon dari Menteri Pertahanan Lloyd Austin untuk membahas masalah balon.

AS dengan tegas membantah pernyataan Mao dengan mengatakan bahwa citra balon yang dikumpulkan oleh pesawat mata-mata U-2 Amerika saat melintasi negara itu menunjukkan bahwa balon itu "mampu melakukan pengumpulan sinyal intelijen" dengan beberapa antena dan peralatan lain yang dirancang untuk mengunggah informasi sensitif.

Penyelidikan

Pejabat senior FBI mengatakan hanya beberapa potong balon yang telah tiba di laboratorium FBI Quantico, Virginia, AS untuk penyelidikan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.