Sentimen Eksternal Dominan
📅 Rabu, 08 Feb 2023, 07:23 WIB | Oleh: Muchamad Ismail
Doc: Istimewa
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpotensi melanjutkan pelemahannya, hari ini (8/2). Sentimen eksternal, terutama perkembangan ekonomi di Amerika Serikat (AS), diperkirakan masih lebih dominan ketimbang faktor dari dalam negeri, seperti pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,31 persen pada 2022 dan cadangan devisa yang naik menjadi 139,4 miliar dollar AS pada Januari 2023.
Pengamat Pasar Uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah berbanding terbalik dengan kondisi di dalam negeri. Dia memproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan, Rabu (8/2), bergrak di kisaran 15.130-15.200 rupiah per dollar AS dengan kecenderungan melemah.
Sebelumnya, kurs rupiah terhadap dollar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa (7/2), melemah seiring pasar khawatir kemungkinan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed kembali menaikkan suku bunga acuannya. Kurs rupiah pada Selasa ditutup turun 93 poin atau 0,62 persen dari sehari sebelumnya menjadi 15.148 rupiah per dollar AS.
"Data tenaga kerja AS yang menguat memberikan sinyal penguatan prospek ekonomi AS ke depan sehingga memberikan ruang bagi The Fed buat kenaikan suku bunga guna mengejar target inflasi AS sebesar 2 persen," kata Analis Bank Woori Saudara Rully Nova di Jakarta.
Pelemahan rupiah terjadi seiring penguatan dollar terhadap sejumlah mata uang utama karena data pekerja AS yang kuat memberi sinyal akan berlanjutnya tren kenaikan suku bunga oleh The Fed.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!