Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pandemi Covid-19 Terkendali, Kasus Hipertensi Malah Naik, Begini Penjelasannya

📅 Senin, 06 Feb 2023, 15:08 WIB | Oleh: Tim Penulis

Cek Label Nutrisi pada Kemasan Pangan

Penyebab terbesar adanya peningkatan asupan natrium yang berlebihan di masyarakat adalah tingginya peredaran makanan olahan pabrikan yang mengandung natrium tinggi dan rendahnya kesadaran umum masyarakat akan kandungan natrium dalam makanan.

Secara lebih khusus, ada juga kekurangan pemahaman mengenai perbedaan antara garam dan natrium. Ini sering menimbulkan kesalahpahaman bahwa sumber utama natrium adalah garam yang ditambahkan saat memasak atau saat menyajikan makanan.

Keyakinan populer ini bertentangan dengan fakta sebenarnya bahwa jumlah natrium yang jauh lebih besar umumnya ditambahkan selama pemrosesan makanan di ruang produksi industri makanan olahan dan kemasan baik skala besar maupun kecil. Dalam tahap ini, konsumen tidak dapat melihatnya secara langsung.

Berdasarkan laporan dalam Public Health Nutrition, lebih dari setengah asupan natrium oleh tubuh manusia berasal dari makanan olahan. Saat membeli makanan, beberapa orang mungkin mengabaikan kandungan natrium yang tercantum pada label nutrisi yang tertera pada kemasan makanan, sehingga tidak dapat mengidentifikasi produk makanan dengan kandungan natrium yang tinggi.

Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut dan akibatnya asupan natrium terhadap kesehatan masyarakat selama masa pandemi COVID-19 yang lalu, maka penting bagi masyarakat Indonesia untuk mulai memperhatikan kandungan natrium yang dikonsumsi sehari-harinya.

Teknologi Terkini untuk Reduksi Garam Natrium

Garam adalah sumber utama natrium dalam makanan kita. Natrium berperan sebagai mikronutrien penting yang diperlukan untuk mempertahankan volume plasma, keseimbangan asam-basa, transmisi impuls saraf, dan fungsi sel normal, karena diperkirakan berkontribusi sekitar 90%.

Namun peningkatan konsumsi garam natrium dapat memicu penahanan air, sehingga menyebabkan kondisi aliran tinggi di pembuluh arteri.

Kini dikembangkan beberapa teknologi pengolahan pangan guna menurunkan asupan garam sodium, khususnya pada produk daging. Salah satu teknologi pengolahan tersebut adalah dengan mengganti garam sodium klorida (NaCl) dengan garam dengan jenis metal yang lain misalnya kalium (KCl dan kalium laktat), kalsium (CaCl2 dan kalsium askorbat), atau magnesium (MgCl2).

Proses pereduksian kandungan garam sodium ini dilakukan dengan mengaplikasikan gelombang ultrasonik pada produk daging. Dengan gelombang ultrasonik tersebut garam natrium juga dapat disubsitusi dengan garam dengan jenis metal yang lainnya.

Asupan Mikronutrien Garam yang Berimbang

Dalam diet alami asupan kadar natrium, kalium, magnesium, dan kalsium diperoleh dari makanan yang tidak diproses yaitu sekitar dua pertiga dari energi berasal dari makanan nabati dan sepertiga dari makanan hewani.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.