Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ilmuwan Teliti Spesies Mikroba Usus Sebagai Prediktor Depresi

📅 Minggu, 05 Feb 2023, 15:52 WIB | Oleh:
Ilmuwan Teliti Spesies Mikroba Usus Sebagai Prediktor Depresi Doc: Getty Images
Ket. Ilustrasi.

Meski korelasi antara saluran pencernaan manusia yang juga disebut saluran gastrointestinal telah lama dikaitkan dengan kesehatan mental, bahkan sejak 1800-an ketika dokter John Abernethy yang terkenal di London, berpendapat jika "gangguan lambung" adalah akar dari semua gangguan mental, pakar kesehatan terus berupaya meneliti seberapa jauh hubungan keduanya atau menentukan mikroba usus mana yang paling berpengaruh.

Kini, para peneliti yang dipimpin oleh Najaf Amin, yang meneliti kesehatan penduduk di Oxford University, tengah menganalisa data Studi Rotterdam yang selama puluhan tahun berupaya memahami kesehatan penduduk setempat.

Untuk memahami hubungan antara mikroba usus dan kesehatan mental, Amin dan rekan penelitinya berfokus secara khusus pada fase penelitian yang mencakup pengumpulan sampel tinja dari lebih dari 1.000 orang, yang juga melaporkan gejala depresi.

Studi baru ini menggerakkan jarum itu, terutama karena ukurannya. Para peneliti yang dipimpin oleh Najaf Amin, yang meneliti kesehatan penduduk di Universitas Oxford, menganalisis data dari Studi Rotterdam selama puluhan tahun untuk memahami kesehatan penduduk setempat.

Merangkum The Washington Post, para peneliti kemudian mengurai data untuk meneliti hubungan antara populasi bakteri dalam sampel tinja dengan skor dari penilaian depresi. Pada saat yang sama, Amin juga melakukan tes yang sama menggunakan data dari 1.539 warga Belanda yang mencakup berbagai etnis.

Analisis mengungkapkan setidaknya 16 jenis bakteri yang disebut "prediktor penting" gejala depresi dalam berbagai tingkat. Misalnya, penelitian yang dipublikasikan di Nature Communications, menemukan bahwa mereka yang mengalami depresi melaporkan penipisan spesies bakteri Eubacterium ventriosum.

Hasil yang sama juga terlihat pada studi mikrobioma mengenai cedera otak traumatis dan obesitas, yang juga terkait dengan depresi. Gangguan depresi berat memang telah dikaitkan dengan lebih dari 80 mutasi genetik yang berbeda. Namun, semua hubungan yang ditinjau berada pada tingkat yang lemah.

Karena tidak adanya teknologi yang mumpuni untuk meneliti sebab-akibat mikroba usus dan depresi, para peneliti telah beralih ke perhitungan statistik licik yang dikenal sebagai pengacakan Mendel, yang dapat mengetahui arah pengaruh ketika hubungan antara genetika dan penyakit begitu kuat.

Hasilnya, sebagaimana yang dilaporkan The Washington Post, menunjukkan adanya kelimpahan bakteri Eggerthella pada orang dengan depresi, sebagai kemungkinan penyebab gejala depresi. Amin sendiri menilai Jenis bakteri itu umum ditemukan dalam jumlah banyak di dalam hati orang-orang yang depresi. Temuan ini sekaligus memberikan bukti bahwa perubahan mikroba usus dapat memicu gejala depresi.

Sementara itu, Jack Gilbert yang memimpin Microbiome and Metagenomics Center di University of California di San Diego, menilai tidaklah penting untuk mengetahui apakah mikroba yang menyebabkan depresi atau sebaliknya. Gilbert menilai, korelasi keduanya bukanlah hubungan satu arah melainkan berjalan bersamaan.

Sebagai contoh, memakan makanan yang kurang sehat setelah kejadian yang membuat stres dapat mengubah komunitas mikroba di usus kita, yang pada gilirannya memperburuk perasaan tertekan tersebut. Menurut Gilbert, yang pasti saat ini adalah bahwa saat manusia mengalami depresi, maka mereka akan kehilangan mikrobioma usus yang bermanfaat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

55 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.