Kepala Lembaga Bimbel di Singapura Diburu Interpol Karena Bantu Siswa Menyontek Saat Ujian Masuk Universitas
📅 Senin, 30 Jan 2023, 17:53 WIB | Oleh: Ilham SudrajatHakim telah meminta kegitanya bersaksi melalui nota pembelaan, namun mereka memilih diam. Jaksa penuntut umum pun berpendapat kesimpulan yang merugikan dapat ditarik dari ini, begitu pula kesimpulan akhir terkait kesalahan.
Pada 2019, Tan dipenjara selama tiga tahun atas tuduhan yang sama. Dalam vonisnya, hakim Kenneth Yap mengatakan kesucian ujian nasional harus dilindungi.
"Gagasan bahwa siswa dapat membeli (jawaban) dengan menggunakan cara curang adalah penghinaan. Itu merusak prinsip meritokrasi. Tidak bisa orang kaya dimungkinkan mengamankan hasil ujian," kata dia.
Skandal kecurangan ujian berteknologi tinggi juga pernah terjadi di tempat lain. Pada 2016, siswa-siswa kedokteran di Thailand tertangkap menggunakan kamera yang dipasang dan jam tangan pintar dengan informasi yang disimpan di sana untuk mencontek saat ujian. BBC/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!