Kualitas SDM Modal di Era 'Smart Society 5.0'

Jumat, 27 Jan 2023, 08:23 WIB

JAKARTA - Pemerintah menegaskan Indonesia siap untuk memasuki era smart society 5.0. Konsep yang diterapkan banyak negara itu mengintegerasikan dunia maya dan fisik dalam berbagai penyelesaian masalah sosial.

"Paradigma baru dari perkembangan teknologi dan informasi ini telah melahirkan perubahan cara produksi, konsumsi, serta distribusi menjadi lebih murah dan efisien.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Transformasi paradigma ini telah dilakukan para pelaku ekonomi di Indonesia. Pandemi Covid-19 adalah salah satu akselerator dari transformasi paradigma ini," ujar Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (26/1).

Menurut Jerry, perubahan cara bertransaksi dalam perdagangan dengan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), digitalisasi pelaku usaha baik di pasar rakyat maupun usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta inovasi dalam promosi adalah beberapa bentuk transformasi yang sudah dilakukan.

"Era smart society 5.0 adalah konsep pembangunan masyarakat yang mendorong masyarakat menyeimbangkan antara kemajuan ekonomi dengan penyelesaian masalah sosial menggunakan sistem yang mengintegrasikan dunia maya dan fisik," katanya.

Jerry mengatakan pembangunan sumber daya manusia (SDM) di era smart society menjadi sangat penting dan menjadi modal dasar untuk menciptakan inovasi dalam meningkatkan daya saing dan menghadapi kompetisi pasar yang semakin ketat di masa depan.

Dalam mengoptimalkan potensi ekonomi digital Indonesia di era smart society, Kementerian Perdagangan fokus pada pengaturan, pembinaan, dan pemantauan kegiatan niaga elektronik (niaga-el/ e-commerce), peningkatan ekspor melalui platform digital, perdagangan fisik aset kripto, digitalisasi pasar rakyat dan UMKM, sistem pemantauan dan pelaporan harga dan stok barang, serta negosiasi perdagangan digital.

Percepatan Digitalisasi

Kementerian Perdagangan menginisiasi Program Digitalisasi Pasar Rakyat yang targetnya adalah percepatan digitalisasi di 1.000 pasar rakyat dan 1.000.000 UMKM.

Kementerian Perdagangan terus mendorong perkembangan digitalisasi agar UMKM untuk dapat memasarkan produknya secara digital baik di pasar dalam negeri dan luar negeri.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.