Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gangguan Medan Magnet Bumi Sebabkan Burung Tersesat

📅 Jumat, 27 Jan 2023, 06:40 WIB | Oleh:

Fenomena pengembaraan menurut peneliti tidak berarti negatif. Bisa jadi bermanfaat bagi burung yang rumah tradisionalnya tidak dapat dihuni lagi karena perubahan iklim dan secara tidak sengaja mereka masuk pada wilayah geografis yang kemungkinan bisa lebih cocok untuk menjadi rumah baru.

Studi UCLA yang baru mendukung temuan tersebut dari perspektif ekologis. "Di daerah yang sudah dikenal, burung dapat bernavigasi berdasarkan geografi, tetapi dalam beberapa situasi lebih mudah menggunakan geomagnetisme," terang Tingley.

Namun kemampuan burung untuk bernavigasi menggunakan medan magnet dapat terganggu saat medan magnet tersebut terganggu. Gangguan tersebut dapat berasal dari medan magnet matahari, misalnya, terutama selama periode aktivitas matahari yang tinggi, seperti bintik matahari dan jilatan api matahari, tetapi juga dari sumber lain.

"Jika medan magnet mengalami gangguan, itu seperti menggunakan peta yang terdistorsi yang membuat burung keluar jalur," kata Tingley.

Peneliti utama penelitian tersebut adalah Benjamin Tonelli adalah seorang mahasiswa doktoral UCLA. Ia bekerja dengan Tingley dan peneliti postdoctoral Casey Youngflesh untuk membandingkan data dari 2,2 juta burung, yang mewakili 152 spesies, yang telah ditangkap dan dilepaskan antara 1960 dan 2019. Penelitan tesebut bagian dari pelacakan Survei Geologi Amerika Serikat program terhadap catatan sejarah gangguan geomagnetik dan aktivitas Matahari.

Sementara faktor lain seperti cuaca kemungkinan memainkan peran lebih besar dalam menyebabkan pengembaraan. Para peneliti menemukan korelasi kuat antara burung yang ditangkap jauh di luar jangkauan yang diharapkan dan gangguan geomagnetik yang terjadi selama migrasi musim gugur dan musim semi. Tetapi hubungan gangguan geomagnetik dengan cuaca sangat menonjol selama migrasi musim gugur.

"Gangguan geomagnet mempengaruhi navigasi burung muda dan tua mereka, menunjukkan bahwa burung juga mengandalkan geomagnetisme terlepas dari tingkat pengalaman migrasi mereka," papar Tonelli.

Para peneliti memperkirakan gangguan geomagnet yang terkait dengan aktivitas Matahari yang meningkat berkaitan dengan sebagian besar pengembaraan. Yang mengejutkan mereka, aktivitas Matahari justru mengurangi kejadian pengembaraan.

Salah satu alasan yang mungkin adalah bahwa aktivitas frekuensi radio yang dihasilkan oleh gangguan Matahari dapat membuat magnetoreseptor burung tidak dapat digunakan. Pada keadaan ini burung harus bernavigasi dengan sinyal lain.

"Kami pikir kombinasi aktivitas Matahari yang tinggi dan gangguan geomagnetik mengarah pada jeda migrasi atau peralihan ke sinyal lain selama migrasi musim gugur," kata Tonelli. "Menariknya, burung yang bermigrasi pada siang hari umumnya merupakan perkecualian dari aturan ini mereka lebih terpengaruh oleh aktivitas Matahari," lanjut dia.

Meskipun para peneliti hanya mempelajari burung, metode dan temuan mereka dapat membantu para ilmuwan memahami mengapa spesies migrasi lainnya, termasuk paus, menjadi tersesat atau terdampar jauh dari wilayah biasanya.

"Penelitian ini sebenarnya terinspirasi oleh terdamparnya paus, dan kami berharap pekerjaan kami akan membantu ilmuwan lain yang mempelajari navigasi hewan," kata Tingley.

Untuk membuat penelitian lebih mudah diakses oleh publik yang mengamati burung, Tonelli mengembangkan alat berbasis web yang melacak kondisi geomagnetik dan memprediksi gelandangan secara real time. Pelacak itu offline selama musim dingin, tetapi akan hidup lagi di musim semi, ketika migrasi dimulai lagi. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.