Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gangguan Medan Magnet Bumi Sebabkan Burung Tersesat

📅 Jumat, 27 Jan 2023, 06:40 WIB | Oleh:
Gangguan Medan Magnet Bumi Sebabkan Burung Tersesat Doc: Istimewa

Ilmuwan menemukan burung migran yang tersesat dan jadi pengelana dalam perjalanan bisa menyebabkan penurunan populasi mereka di Amerika utara. Dari hasil analisa, fenomena tersebut disebabkan oleh kesalahan navigasi karena terjadi gangguan medan magnet Bumi.

Migrasi burung merupakan pergerakan populasi burung dari tempat berkembangbiak menuju tempat mencari makan pada waktu tertentu setiap tahun. Migrasi dilakukan saat iklim di tempat asalnya tidak memungkinkan untuk mendapatkan makanan.

Dalam bermigrasi, burung menggunakan navigasi berdasarkan berbagai indera. Banyak burung yang terbukti menggunakan kompas Matahari pada siang hari. Menggunakan Matahari sebagai media pengarah melibatkan kebutuhan burung dalam membuat kompensasi berdasarkan waktu.

Navigasi juga telah terbukti didasarkan pada kombinasi kemampuan lain termasuk kemampuan untuk mendeteksi medan magnet (magnetoreception) Bumi, menggunakan penunjuk visual serta saraf olfaktori atau saraf kranial (olfaktorius) yang merupakan sel reseptor utama untuk indra penciuman.

Medan magnet Bumi, yang membentang antara kutub utara dan selatan, dihasilkan oleh beberapa faktor, baik di atas maupun di bawah permukaan planet. Penelitian laboratorium selama beberapa dekade menunjukkan bahwa burung dapat merasakan medan magnet menggunakan magnetoreseptor di mata mereka.

Namun burung migran umumnya mengandalkan medan magnet bumi untuk bermigrasi. Dalam perjalanan mereka mengalami masalah navigasi karena terjadinya gangguan geomagnetik. Hal ini mengakibatkan burung tersesat dari tujuan awal, sebuah fenomena yang oleh para ilmuwan disebut sebagai "pengembaraan" (vagrancy).

Fenomena pengembaraan disebabkan oleh gangguan medan magnet Bumi. Sementara faktor lain seperti cuaca kemungkinan memainkan peran lebih besar menyebabkan pengembaraan adalah korelasi yang kuat antara burung yang ditangkap jauh di luar jangkauan yang diharapkan dan gangguan geomagnetik yang terjadi selama migrasi musim gugur dan musim semi.

Tampaknya cukup logis bahwa cuaca buruk terkadang dapat menyebabkan burung menjadi bingung selama migrasi musim gugur tahunan mereka. Akibatnya mereka berakhir di wilayah yang tidak biasa mereka kunjungi.

Tetapi mengapa, meskipun cuaca bukan merupakan faktor utama, burung melakukan perjalanan jauh dari rute biasanya?

Sebuah makalah baru oleh ahli ekologi University of California Los Angeles (UCLA) mencoba menelusuri penyebabnya dari sisi geomagnetik. Dalam penelitian yang dipublikasikan pada jurnal Scientific Reports penyebab pengembaraan burung dapat terjadi bahkan dalam cuaca yang sempurna untuk bermigrasi, terutama selama migrasi musim gugur.

"Ada semakin banyak bukti bahwa burung benar-benar dapat melihat medan geomagnetik," kata Morgan Tingley, penulis korespondensi makalah dan profesor ekologi dan biologi evolusi UCLA, seperti dikutip dari Science Daily.

Peneliti mengaitkan fenomena pengembaraan tersebut dengan menurunnya populasi burung Amerika utara. Mereka menduga penyebab penurunan populasi adalah karena fenomena pengembaraan yang kadang berakhir dengan kematian.

Dengan pengetahuan ini para ilmuwan terbantu dalam memahami ancaman yang dihadapi burung dan cara mereka beradaptasi dengan ancaman tersebut.

Perspektif Ekologis

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.