Demi Kurangi Emisi, Uni Eropa Setuju Ulat dan Jangkrik Dikonsumsi
📅 Kamis, 26 Jan 2023, 20:32 WIB | Oleh: Ilham SudrajatRasa Jijik Jadi Keraguan Terbesar
Namun, meyakinkan orang di UE dan AS untuk makan lebih banyak serangga bisa jadi rumit.
Tiga perempat konsumen Eropa tidak mau menukar daging dengan serangga dan 13 persen lainnya tidak yakin, menurut laporan tahun 2020 dari Organisasi Konsumen Eropa. Di Jerman, 80 persen orang mengatakan bahwa mereka muak dengan gagasan memakan serangga, menurut laporan tahun 2022 dari badan lingkungan Jerman, UBA.
"Rasa jijik dinilai sebagai rintangan terbesar untuk masuknya serangga ke pasar makanan Barat," tulis para penulis.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebuah studi yang diterbitkan pada Desember lalu menemukan orang lebih mau makan serangga setelah diberitahu tentang manfaat lingkungan.
Sebuah studi terpisah pada tahun 2020 menunjukkan norma sosial mengubah cara orang terbuka untuk memakan belalang.
"Karena manusia adalah spesies yang sangat sosial, memanfaatkan sifat sosial mungkin terbukti sangat berguna," tulis para penulis. DW/I-1
Sebaiknya Anda baca juga:
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!