Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cerita Jokowi Semedi Tiga Hari Putuskan RI Lockdown atau Tidak

📅 Kamis, 26 Jan 2023, 11:40 WIB | Oleh:
Cerita Jokowi Semedi Tiga Hari Putuskan RI Lockdown atau Tidak Doc: Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden
Ket. Presiden Joko Widodo saat memberi arahan di Rakornas Transisi Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional 2023.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagikan kisah awal munculnya pandemi Covid-19 di dunia termasuk di Indonesia. Ia mengaku sempat bersemedi tiga hari untuk mengambil keputusan apakah Indonesia harus lockdown guna mencegah penyebaran Covid-19 kala itu.

Jokowi mengatakan bahwa dirinya mendapatkan banyak sekali tekanan saat itu. Bahkan, 80 persen anggota menteri Kabinet Indonesia Maju menyarankan agar Indonesia dilockdown.

"Pada saat memutuskan lockdown atau tidak lockdown, rapat menteri 80 persen 'Pak, lockdown karena semua negara memang melakukan itu'. Gak dari DPR dan partai semuanya minta lockdown," kata Jokowi saat memberi arahan di Rakornas Transisi Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional 2023, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (26/1).

"Tekanan-tekanan seperti itu pada saat mengalami krisis kita tidak jernih, kita tergesa-gesa, bisa salah dan keliru," lanjutnya.

Jokowi menjelaskan bahwa dirinya memperhitungkan dengan sangat matang untuk tidak melakukan lockdown saat itu. Sebab, jika lockdown ditetapkan bisa menyebabkan kerusuhan lantaran masyarakat tidak bisa mencari nafkah dan negara tak bisa memberikan bantuan.

"Coba saat itu misalnya kita putuskan lockdown. Hitungan saya, dalam dua atau tiga minggu, rakyat sudah nggak bisa, nggak, memiliki peluang yang kecil untuk mencari nafkah, semuanya ditutup, negara tidak bisa memberikan bantuan kepada rakyat. Apa yang terjadi? Rakyat pasti rusuh, itu yang kita hitung sehingga kita putuskan saat itu tida lockdown," tuturnya.

"Saya semedi 3 hari, untuk memutuskan apa ini kita harus lockdown atau tidak karena tidak memiliki pengalaman semua mengenai ini (pandemi)," tambahnya.

Lebih lanjut, menurut Jokowi kondisi saat itu merupakan momen yang sulit. Menurutnya, meski tidak lockdown, ekonomi Indonesia tetap mendapatkan pukulan pada saat yang sama.

"Ditekan dari sisi pandemi, pada saat yang sama ditekan dari sisi ekonomi. Bayangkan penerimaan negara anjlok 16 persen, padahal belanja harus naik 12 persen, gimana coba?" pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Olahraga
Bukan Soal Taktik, Ini Pesa...
Olahraga
Arab Saudi Diam-Diam Hentik...
Advertisement
Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.