Para Menteri Diminta Membuat Kebijakan Cepat untuk Merespons Perubahan Dunia
Selasa, 17 Jan 2023, 00:00 WIBJAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar para menteri kabinet Indonesia Maju dapat membuat kebijakan yang cepat dalam merespons perubahan di dunia.
"Paling penting, setiap perubahan yang ada di dunia harus kita respons dengan cepat. Kebijakan-kebijakan yang kita lakukan juga dari membaca dengan cepat dinamika yang ada di dunia," kata Presiden Jokowi, di Istana Negara Jakarta, Senin (16/1).
Seperti dikutip dari Antara, Presiden Jokowi menyampaikan hal tersebut dalam Sidang Kabinet Paripurna perdana pada 2023.
"Hari ini adalah sidang kabinet paripurna pertama pada 2023. Saya ingin kembali ke 2022 terlebih dahulu. Alhamdullilah, saya melihat banyak capaian positif di tengah tekanan eksternal, di tengah kegentingan-kegentingan global yang memberikan ancaman risiko terhadap semua negara dan tahun turbulensi pada 2022, kita lalui dengan baik dengan pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2022 sebesar 5,72 persen," ungkap Presiden.
Presiden Jokowi memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV tahun 2022 ada pada posisi 5,2 atau 5,3 persen.
"Kalau kita melihat di sisi inflasi, kita dapat mengendalikan di angka 5,5 persen ini juga sebuah capaian yang sangat baik dan saya minta untuk juga terus dilanjutkan menekan inflasi ini," tambah Presiden.
Menekan Inflasi
Selain menggunakan instrumen moneter di Bank Indonesia, Presiden pun meminta agar daerah-daerah dapat ikut bersama berpartisipasi dalam menekan inflasi sehingga bisa ditekan sekecil mungkin.
"Kemudian, pendapatan negara juga alhamdullilah tumbuh 30,36 persen dan kita harapkan pada 2023 kita juga masih pada posisi tahun yang tidak mudah. Ini adalah tahun ujian bagi semua negara di dunia, karena tekanan geopolitik yang sangat tinggi, ekonomi dunia melemah utamanya negara besar, seperti Uni Eropa, Tiongkok, Amerika Serikat (AS), saya kira diperkirakan akan melemah semua," ujar Presiden.
Padahal negara-negara tersebut adalah pasar ekspor Indonesia sehingga Presiden meminta agar para menteri juga terus berhati-hati.
"Proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia juga menurun dari angka yang sebelumnya 2,9 turun, turun, dan turun lagi dan sekarang jadi diproyeksikan hanya 1,7 persen. Ini proyeksi dari Bank Dunia sehingga ini menjadi tantangan bagi kita," kata Presiden.
Presiden Jokowi berharap ekspor maupun investasi di Indonesia dapat tumbuh lebih baik pada 2023.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Instruksi Langsung Presiden Prabowo: Bekasi Raya Segera 'Sulap' Sampah Jadi Listrik Mulai Maret
-
Kawasan Transmigrasi Disisir Ulang, Kementrans Andalkan Tim Ekspedisi Patriot untuk Riset Ekonomi
-
Wakil Ketua Komisi VI DPR Menyatakan Stok BBM Aman karena Indonesia Punya Sumber Minyak Baru
-
Sambut Libur Lebaran, Promosi Wisata Digencarkan: Barito Utara Angkat Pesona Air Terjun Jantur Doyam
-
Inflasi 3,48 Persen Masuk Target, Kemendagri Soroti Harga Pangan Belum Stabil
-
Mulai Sistem Jatah Hingga Pengurangan Hari Kerja, Negara-negara Asia Tempuh Langkah Darurat Hadapi Kenaikan Harga Minyak karena Perang Iran
-
Mendagri Serukan Kepala Daerah Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Inflasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.