Polri Ungkap WNI Jual Beli Senjata dari Filipina ke Papua
📅 Jumat, 13 Jan 2023, 14:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: antarafoto
JAKARTA - Hasil penyidikan gabungan Polri bersama Philipines National Police (kepolisian Filipina) mengungkap pengakuan Anton Gobay, warga negara Indonesia (WNI) menjual senjata api dari Danao City, Filipina ke Papua, Indonesia.
"Tujuan AG (Anton Gobay) membeli senjata api yaitu aspek bisnis karena penjualan senjata api sangat menjanjikan di Papua," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo, di Jakarta, Jumat.
Dedi menjelaskan, pengakuan dari Anton Gobay apabila senjata api yang dibelinya dari Danao City berhasil lolos masuk ke Papua, maka akan menjual kepada siapapun yang sanggup membeli dengan harga tertinggi.
Anton Gobay mengetahui orang-orang di Danao City memiliki kemampuan memproduksi, merakit dan memodifikasi senjata api, serta menjualnya jika telah disepakati harga yang ditawarkan sesuai dengan jenis senjatanya.
"Saat transaksi senjata api, AG hanya melihat sampel kemudian melakukan pembayaran," kata Dedi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Dedi, senjata yang diterima Anton Gobay sudah tersimpan di dalam tas koper tanpa melakukan pengecekan kembali terhadap senjata api yang dibeli.
Hasil wawancara tim Polri dan tim KBRI bersama-sama dengan Philippines Regional Intelligence Division, Mindanao Intelligence Task Group of Philippines Immigration (MITG), dan National Intelligence Coordination Agencies (NICA) terungkap, Anton Gobay berangkat ke Filipina pada bulan September 2022 melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta menuju Bandara Internasional Ninoy, Filipina.
Penerbangan yang digunakan Anton Gobay sempat transit di Malaysia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Setibanya di Filipina, Anton Gobay lalu pergi dari Manila menuju Danao City melalui rute Leite pada bulan Desember 2022. "Tujuannya ke Danao City untuk membeli senjata api," kata Dedi.
Kemudian, lanjut Dedi, Anton Gobay melanjutkan perjalanannya menggunakan mobil jenis Van menuju Gensan dengan tujuan akhir Maitum, yang menjadi tempat wilayah pemberangkatan menuju Indonesia.
Anton Gobay sudah melakukan survei rute tersebut sebelumnya. Namun, sebelum sampai menuju Maitum, AG telah ditangkap oleh RMFB pada tanggal 7 Januari 2023. "AG memilih jalur Davao City karena tidak dilengkapi dengan peralatan X-ray," kata jenderal bintang dua itu.
Dalam pengakuannya, lanjut Dedi, Anton Gobay mengaku membawa senjata api dari Danao City ke Gensan hanya seorang diri, namun ketika tiba di Gensan bertemu dengan tiga orang yang dikenal dari Facebook untuk mengantarkan dirinya ke Maitum.
Dedi mengatakan Anton Gobay merasa sebagai putra Papua ingin mendukung perjuangan rakyat Papua untuk merdeka. Mengaku pernah mengikuti acara pertemuan di Papua Nugini untuk membahas pergerakan Papua Barat.
Anton Gobay juga sebagai salah satu pendiri gerakan Komunal untuk wilayah Vanimo di Papua Nugini. "AG menyampaikan bahwa dirinya hanya seorang simpatisan yang mendukung Organisasi Papua Merdeka. Namun, hanya seorang simpatisan yang tidak mempedulikan posisi atau jabatan terhadap organisasi tersebut," kata Dedi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!