Tiongkok Bagikan Sebagian Data Covid-19 ke WHO
Kamis, 12 Jan 2023, 00:01 WIBJAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa Tiongkok telah membagikan sebagian informasi mengenai situasi Covid-19, tetapi dibutuhkan lebih banyak data dari daerah-daerah di negara tersebut.
Kepala regional WHO untuk Eropa Hans Kluge menyebut tindakan pencegahan yang diberlakukan sejumlah negara "tidak keterlaluan", mengingat varian virus yang menyebar di Tiongkok telah terlihat di Eropa dan di tempat lain, berdasarkan data yang dimiliki WHO.
"Kami sependapat dengan Pusat Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) saat ini bahwa lonjakan kasus yang sedang berlangsung di Tiongkok diperkirakan tidak akan berdampak signifikan terhadap situasi epidemiologis Covid-19 di wilayah WHO Eropa saat ini," kata Kluge, Selasa (10/1).
Namun, pejabat WHO yang mengawasi kawasan yang mencakup 53 negara dan membentang dari Greenland di barat laut hingga timur jauh Russia itu menegaskan bahwa dunia "tidak bisa berpuas diri".
Dia mengakui bahwa Tiongkok telah membagikan informasi pengurutan virus, tetapi menekankan bahwa WHO membutuhkan "informasi terperinci dan teratur", terutama tentang epidemiologi dan varian lokal.
"Bukan tidak masuk akal bagi negara-negara untuk mengambil tindakan pencegahan untuk melindungi populasinya sementara kami menunggu informasi lebih rinci yang dibagikan melalui basis data yang dapat diakses publik," kata Kluge.
Dia merujuk pada persyaratan yang diberlakukan oleh beberapa negara untuk orang-orang yang datang dari Tiongkok, termasuk tes negatif Covid-19 dan bukti vaksinasi lengkap.
"Untuk negara-negara di wilayah kami yang memperkenalkan tindakan pencegahan perjalanan seperti itu saat ini, kami menyerukan agar hal itu berakar pada sains, proporsional, dan tidak diskriminatif," ujar dia.
Selama setahun terakhir, banyak negara di Eropa telah secara signifikan mengurangi "kapasitas pengawasan" mereka untuk Covid-19.
Dalam lima minggu pertama tahun 2022, informasi varian 1,2 juta kasus disampaikan sebagai bagian dari data pengawasan mingguan ke WHO dan mitranya, ECDC.
Namun, angka itu menurun menjadi sekitar 90.000 kasus dalam lima minggu terakhir tahun 2023. "Kami memuji negara-negara Eropa yang telah mempertahankan pengawasan genom yang kuat-termasuk Denmark, Prancis, Jerman, dan Inggris," tutur Kluge.
"Memang, data terbaru dari beberapa negara ini mulai menunjukkan peningkatan kehadiran virus rekombinan XBB.1.5 baru yang telah menyebar dengan cepat ke seluruh AS," kata dia, menambahkan.
Kluge mengatakan otoritas kesehatan mencatat varian kasus XBB.1.5 di wilayah tersebut "dalam jumlah kecil namun terus bertambah".
"Setelah tiga tahun pandemi yang panjang-dengan banyak negara bergulat dengan sistem kesehatan yang kewalahan, kekurangan obat-obatan esensial, dan tenaga kesehatan yang kelelahan-kita tidak dapat menanggung lebih banyak tekanan pada sistem kesehatan kita," ujar dia, menegaskan.
Krisis Tenaga Kesehatan
Di bagian lain, Forum Ekonomi Dunia (WEF), Selasa (10/1), melaporkan krisis tenaga kesehatan global dapat meningkat menjadi 10 juta orang pada 2030.
Pandemi Covid-19 memberikan beban ekstra terhadap sistem layanan kesehatan, mengganggu rantai pasokan global produk-produk esensial, serta membuat penyedia layanan kewalahan, menurut laporan Global Health and Healthcare Strategic Outlook WEF.
"Ancaman kekerasan dan kelelahan menjadi nyata sekaligus merupakan salah satu alasan para dokter mempertimbangkan profesi lain," kata Kashish Malhotra, dokter di Dayanand Medical College and Hospital di India, dalam laporan tersebut.
Redaktur: Redaktur Pelaksana
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka Tanpa Pungutan
-
Tiongkok Gelar "Operasi Khusus" di Dekat Taiwan, Terusik dengan Pertemuan Jepang-Filipina
-
Lidah Warga Tiongkok Mulai Jatuh Hati pada Makanan Olahan RI
-
Trump Ingin Tiongkok Belanja Lebih Banyak Energi dari AS
-
Edukasi Gigi dan Mulut di Sekolah, Ajarkan Cara Menjaga Kesehatan Sejak Dini
-
Inter Milan Berpeluang Kunci Gelar
-
Semarang Duduki Peringkat Tiga Kota Paling Toleran se-Indonesia 2025
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.