Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Panel Fotovoltaik di Tibet Diprediksi Tekan 200 Ribu Ton Emisi Karbon

📅 Minggu, 08 Jan 2023, 08:35 WIB | Oleh:
Panel Fotovoltaik di Tibet Diprediksi Tekan 200 Ribu Ton Emisi Karbon Doc: Istimewa
Ket. Ilustrasi Panel Fotovoltaik

Tiongkok terus menggencarkan penggunaan energi baru dan terbarukan (EBT) salah satunya di wilayah Tibet. Adapun upaya Tiongkok mendorong transisi energi di Tibet dengan membangun panel fotovoltaik (photovoltaic/PV).

Para pekerja memasang panel fotovoltaik meski udara dingin menggigit pada ketinggian sekitar 4.500 meter di "atap dunia". Ini bertujuan untuk mempercepat pengembangan energi bersih di Tibet, Tiongkok.

Dengan diaktifkannya modul terakhir, proyek pembangkit listrik PV berkapasitas 120.000 kW di kota Nagqu, Daerah Otonomi Tibet di Tiongkok barat daya, mulai beroperasi pada 25 Desember.

Hu Chunqing, seorang manajer dari Huadian New Energy Group Co., Ltd. cabang Tibet, mengatakan bahwa hanya butuh 90 hari bagi lebih dari 1.000 pekerja untuk menyelesaikan proyek tersebut, menambah kehangatan dan cahaya bagi penduduk di Tibet bagian utara pada musim dingin.

Sebagai proyek pembangkit listrik PV terbesar di Tibet, proyek tersebut diperkirakan dapat membantu mengurangi 219.600 ton emisi karbon dioksida, atau setara dengan 76.300 ton batubara standar setiap tahunnya.

Konggar, seorang pekerja pemeliharaan di sepanjang Jalan Raya Qinghai-Tibet yang ditempatkan di jalur gunung, mengatakan karena pos kerjanya terlalu jauh untuk dijangkau oleh jaringan listrik negara, mereka harus bergantung pada generator listrik, yang mahal dan pasokan listriknya tidak stabil.

"Dengan adanya proyek ini, kami tidak lagi khawatir dengan masalah listrik," kata Konggar, dikutip dari Xinhua, Selasa (3/1).

Dengan sumber daya matahari, air, dan angin yang melimpah, Tibet telah mempercepat pengembangan energi bersih dalam lima tahun terakhir.

Pada bulan November, Tibet mulai membangun proyek pembangkit listrik PV terdistribusi tingkat wilayah di atas atap bangunan. Ini sekaligus menjadi proyek yang pertama dari jenisnya di wilayah tersebut.

Selain itu, pada bulan November yang sama, sebuah proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) berkapasitas 1,2 juta kW mulai beroperasi di perbatasan Tibet dan Provinsi Sichuan. Adapun proyek tersebut menjadi stasiun pembangkit listrik tenaga air pertama di hulu Sungai Jinsha.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.