Rupiah Diprediksi Lampaui Target APBN 2023
Sabtu, 07 Jan 2023, 07:04 WIBJAKARTA - Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Nawir Messi, mengingatkan adanya risiko nilai tukar rupiah dapat melampaui target dalam APBN 2023, yang sebesar 14.800 rupiah per dollar AS.
Dia menjelaskan risiko tersebut sudah terjadi pada tahun lalu, yang mana nilai tukar rupiah berada di posisi 15.737 rupiah per dollar AS pada akhir 2022, atau memiliki margin sebesar 1.387 rupiah dibandingkan target APBN yang sebesar 14.350 rupiah.
"(Margin) ini besar bagi perekonomian, dunia usaha, bagi APBN," kata Nawir dalam diskusi publik bertajuk "Catatan Awal Ekonomi Tahun 2023" secara daring di Jakarta, Kamis (5/1).
Dia mengatakan risiko tersebut dapat terulang, karena dollar AS masih akan menguat terhadap mata uang negara lain pada 2023, meskipun cenderung melandai.
"Bisa jadi bias- bias (margin) seperti ini akan terjadi tahun berjalan 2023, karena kecenderungan global yang tetap mengalami ketidakpastian dan gejolak," kata Nawir Messi.
Ditambah lagi, dia memperkirakan bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) masih akan menaikkan suku bunga acuannya pada 2023, meskipun tidak seagresif seperti pada 2022.
"Saya kira sepanjang 2023 ini nilai tukar tetap harus diwaspadai, masih banyak pekerjaan besar dalam mengelola nilai tukar di sektor moneter," kata Nawir Messi.
Pengetatan Moneter
Dia pun memperkirakan bank sentral AS tersebut akan menaikkan suku bunga acuannya maksimum 50 basis poin (bps) pada awal 2023.
"Saya kira The Fed tetap akan menaikkan suku bunga acuan, meskipun tidak seagresif kenaikan sebelumnya yang 50-75 bps. Saya kira tidak akan seketat itu," ujarnya.
Sepanjang 2022 The Fed telah menaikkan suku bunga acuannya sebanyak tujuh kali atau sebesar 425 bp, dari level 0,00 - 0,25 persen pada Februari 2022 ke level 4,25- 4,5 persen pada Desember 2022.
Adapun kebijakan The Fed tersebut telah memicu penguatan dollar AS terhadap mata uang utama dunia, tercermin dari indeks dollar AS yang sempat menyentuh level tertingginya di angka 114 pada Oktober 2022.
Seperti diketahui, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat (6/1) sore, ditutup melemah seiring pelaku pasar yang mewaspadai data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS).
Rupiah ditutup melemah 16 poin atau 0,1 persen dari sehari sebelumnya menjadi 15.633 rupiah per dollar AS.
"Pasar terlihat mewaspadai rilis data non-farm payroll AS pasca rilis data tenaga kerja AS yang cenderung optimis semalam," kata analis Monex Investindo Futures Faisyal dalam kajiannya di Jakarta, kemarin.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Toleransi Antarumat Beragama Kediri Diperkuat lewat Edukasi
-
BI Ungkap Kinerja QRIS Global di Bali, Nilainya Cukup Fantastis
-
Pelemahan Rupiah Uji Ketahanan Likuiditas Perbankan Syariah
-
Prabowo Targetkan RUU Ketenagakerjaan Selesai 2026, DPR Libatkan Serikat Buruh
-
Cegah Pelarian Modal, BI Diperkirakan Menaikkan Bunga Acuan di Semester I-2026
-
Psikolog: Korban Kecelakaan KA Berisiko Alami Gangguan PTSD, Trauma Healing Penting!
-
ITD Summit 2026: TelkomGroup Buktikan AI Bukan Tren, Tapi Alat Kerja Nyata
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.