RI Perlukan Cadangan Devisa Lebih Besar untuk Stabilkan Pasar
📅 Sabtu, 07 Jan 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiJadi, lanjut Riefky, diskusi terkait cadangan devisa ini bukan untuk meningkatkan cadangan devisa, yang perlu dipikirkan ialah bagaimana agar devisa yang masuk tetap dijaga agar tetap beredar di dalam negeri. Selanjutnya, bagaimana agar devisa yang masuk ini bisa menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. "Kalau tekanan rupiah cukup tinggi, perlu dipikirkan juga bagaimana nanti itu (cadangan devisa) bisa digunakan untuk mengintervensi nilai tukar itu," tandasnya.
Di bagian lain, anggota ADRI (Ahli dan Dosen Republik Indonesia) dari STIE YKP Yogyakarta, Aditya Hera Nurmoko, mengatakan peningkatan cadangan devisa adalah kabar baik di tengah tekanan dollar pada rupiah. Apalagi kabar terbaru mengatakan bahwa ekonomi AS telah pada fase pertumbuhan meyakinkan sejak satu dekade terakhir.
"Banyak kabar pelaku bisnis susah nyari dollar, kira-kira dua pekan lalu. Artinya apa, BI masih memerlukan banyak devisa untuk stabilisasi pasar," kata Aditya.
Sebagai perbandingan, cadangan devisa Tiongkok pada Oktober 2022 mencapai 3,05 triliun dollar AS, naik sebesar 23,5 miliar dolar AS atau sekitar 0,77 persen dibandingkan September 2022. Dan pada akhir November 2022 meningkat lagi menjadi 3,11 triliun dollar AS.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!