Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kendala Perkuat Imunitas Warga, Isu Sosial Jadi Penyebab Lansia Enggan Vaksin Booster

📅 Jumat, 06 Jan 2023, 01:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kendala Perkuat Imunitas Warga, Isu Sosial Jadi Penyebab Lansia Enggan Vaksin Booster Doc: ANTARA/Pixabay
Ket. Ilustrasi vaksin booster.

Jakarta - Isu sosial dan sulitnya mendapat akses informasi menjadi hambatan bagi kelompok rentan termasuk lansia untuk mendapatkan vaksin booster COVID-19, kata dr. Agatha Tyas.

"Hambatan ini termasuk ketidakpercayaan terhadap COVID-19, vaksin dan tenaga kesehatan secara umum yang disebabkan informasi kurang jelas," ujar lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada itu dalam kampanye "Peningkatan Kepercayaan Lansia Terhadap Vaksin COVID-19" di Jakarta, Kamis.

Lebih lanjut, dr. Agatha mengatakan beberapa hambatan yang kerap ditemui dalam sosialisasi vaksin booster terhadap lansia antara lain hambatan administrasi, finansial, infrastruktur, akses informasi serta sosial dan perilaku.

Vaksin membawa penyakit baru, mengandung sel babi, terdapat chip, sentimen dan tidak percaya COVID-19, merupakan isu yang sering beredar tentang vaksin.

Menurut dr. Agatha, misinformasi yang sering terjadi mengenai kesehatan terutama imunisasi, vaksinasi dan COVID-19, membuat masyarakat cenderung lebih cepat menyimpulkan dari pengalaman tanpa berkonsultasi dengan ahlinya.

Selain itu, kurangnya kader yang mengerti tentang isu kesehatan juga dianggap sebagai hambatan peningkatan vaksin booster.

"Di lapangan sebagian besar hambatannya itu sosial dan perilaku, kayak enggak dibolehin sama keluarganya sendiri karenahoaxnanti vaksin menyebabkan penyakit dan lainnya," kata dr. Agatha.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, cakupan nasional vaksin COVID-19 dosis ketiga hingga 2 Januari 2023 baru mencapai 33,36 persen dari yang ditargetkan.

Capaian vaksinasi lansia sebagai kelompok rentan memiliki capaian yang rendah, di mana hanya satu dari tiga lansia yang sudah mendapatkan vaksin booster.

Sebagai solusi untuk menjangkau lebih banyak lansia yang melakukan vaksinasi khususnya booster adalah dengan memberdayakan kader-kader di tiap wilayah.

Menurut dr. Agatha, sebagian lansia lebih percaya orang-orang yang berasal dari lingkungan sekitarnya dibandingkan dengan tenaga kesehatan.

"Solusinya kita harus memberdayakan masyarakatnya. Kalau yang ngejelasin orang-orang yang jauh seperti dokter dan tenaga kesehatan, mereka tidak akan mengerti, tapi akan lebih mudah kalau yang jelasin teman-teman sebayanya atau keluarga dia," kata dr. Agatha.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Pemprov Jawa Timur Catat Po...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.