Aum, Kritik Sosial Samar Seorang Putu Wijaya
📅 Jumat, 06 Jan 2023, 14:56 WIB | Oleh: Haryo BronoKarena tidak kunjung mendapat jawaban dari Bupati sesuai ancaman yang diucapkan mereka akhirnya melakukan bunuh diri massal. Adegan ini terinspirasi dari kasus yang terjadi di Guyana, Amerika Selatan pada 1978. Ketika itu para pengikut sekte People's Temple Stones melakukan bunuh diri massal di bawah arahan pemimpin mereka, Jim Jones. Total, terdapat 900-an orang meninggal akibat kejadian itu.
Sedangkan lelaki hamil terinspirasi oleh berita seorang ibu yang melahirkan bayi kembar 9 di Bangladesh. Keanehan lain yang menginspirasi adalah sekawanan burung bunuh diri dengan menabrakan dirinya ke tembok.
Putu mengatakan, Aum merupakan kritik sosial kepada Orde Baru namun sangat samar tentang kebebasan. "Sementara di Tanah Air saat itu ada banyak kejanggalan dalam era Orde Baru yang tak berani dibahas oleh media massa," katanya yang hadir dengan kursi roda pada pementasan tersebut.
Selain itu kata Putu lakon tersebut membuat orang-orang di kampung menjadi gagap. "Lompatan teknologi yang terlalu cepat membuat seluruh dunia gamang. Terutama sekali saudara saudara kita sendiri yang di udik di pedalaman. Mari kita temani mereka agar tak sesat dan agar selamat," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bagi penonton Aum cukup absurd. Pementasan ini tidak menampilkan sebuah masalah untuk dibahas. Dialog tidak membahas apa pun karena rombongan tidak pernah mengadukan masalah yang kepada Bupati untuk diselesaikan. "Seorang anak muda menghampiri saya sambil tersenyum. 'Aku sudah nonton ini dulu di TIM, tapi tak.mengerti apa maunya,'" kata Putu menirukan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!