Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Cabai di Sejumlah Daerah Masih Mahal

📅 Kamis, 05 Jan 2023, 08:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cabai di Sejumlah Daerah Masih Mahal Doc: istimewa

JAKARTA - Harga cabai di sejumlah daerah masih tinggi meskipun telah melewati periode Natal dan Tahun Baru. Bahkan di Samarinda, Kalimantan Timur, harga cabai melonjak dari level tinggi pada periode Natal dan Tahun Baru 2023.

Harga cabai rawit di pasar tradisional Segiri, Kota Samarinda, terpantau naik signifikan menjadi 60.000 rupiah per kilogram (kg) dari semula 40.000 rupiah per kg. Padahal, selama periode Natal dan Tahun Baru saat tingkat konsumsi tinggi, harga cabai rawit dijual di kisaran 45.000-55.000 rupiah per kg. Pedagang setempat mengaku kenaikan karena pasokan terganggu cuaca buruk.

Di Kota Bengkulu, harga cabai merah masih naik sejak akhir 2022 hingga kini, yang sebelumnya sekitar 35.000 per kg menjadi 45.000 per kg. Salah seorang pedagang cabai di Pasar Tradisional Modern (PTM) Kota Bengkulu, Rolan Sinaga, mengatakan masih tingginya harga cabai saat ini disebabkan faktor cuaca buruk.

"Faktor cuaca buruk menyebabkan hasil panen petani berkurang dan mempengaruhi ketersediaan cabai merah di pasaran, serta banyak gudang yang masih tutup, namun permintaan masyarakat terhadap cabai saat ini meningkat," ujar Rolan di PTM Bengkulu, Rabu (4/1).

Di sisi lain, Data Badan Pangan Nasional (Bapanas) atau National Food Agency (NFA) menunjukkan harga cabai yang sempat naik kini berangsur turun pada awal 2023 bersamaan dengan harga berbagai komoditas pangan lainnya yang relatif stabil.

"Untuk awal tahun ini, secara umum ketersediaan dan harga pangan relatif stabil. Beberapa komoditas mengalami penurunan harga seperti telur. Komoditas cabai rawit merah, cabai merah keriting, sempat mengalami kenaikan, namun telah berangsur turun," kata Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, di Jakarta, Rabu (4/1).

Jaga Stabilitas

Dia mengatakan Bapanas terus berupaya menjaga stabilitas harga pangan strategis pada awal 2023. Berdasarkan data yang dihimpun dari asosiasi produsen dan Panel Harga Pangan Bapanas, harga sejumlah komoditas pangan seperti cabai rawit merah, cabai merah keriting, dan telur berangsur mengalami penurunan.

Berdasarkan data Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI), harga cabai per 2 Januari di tingkat produsen berangsur turun dibanding 1 Januari lalu. Cabai rawit merah rata-rata turun sekitar 13.000-17.000 rupiah per kg.

Untuk cabai rawit merah varian Ori 212 sebelumnya 62.000 rupiah per kg turun menjadi 45.000 rupiah per kg. Asmoro 043 sebelumnya 60.000 rupiah per kg turun menjadi 43.000 rupiah per kg. Lokal Kediri sebelumnya 60.000 rupiah per kg menjadi 43.000 rupiah per kg. Bhaskara sebelumnya 48.000 rupiah per kg turun menjadi 35.000 rupiah per kg. Dewata sebelumnya 48.000 rupiah per kg turun menjadi 35.000 rupiah per kg. Manu/prentul sebelumnya 54.000 rupiah turun menjadi 38.000 rupiah per kg.

Sementara itu, cabai rawit merah keriting turun dari sebelumnya 28.000 rupiah per kg menjadi 25.000 rupiah per kg. Sedangkan untuk cabai merah besar harga stabil di kisaran 15.000-16.000 rupiah per kg.

Arief mengatakan kenaikan harga cabai yang terjadi pada akhir Desember akibat dari kenaikan harga di tingkat produsen yang disebabkan tingginya intensitas hujan dan libur akhir tahun. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya jumlah petikan dan volume pengiriman ke daerah konsumsi seperti Jabodetabek.

"Kami telah berkoordinasi dengan wilayah sentra produksi untuk mendorong distribusi ke daerah konsumsi, khususnya Jabodetabek," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Jepang akan Menaikan Biaya Visa Lima Kali Lipat Mulai 1 Juli

46 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.