Sektor Transportasi Penyumbang Terbesar Inflasi 2022
📅 Selasa, 03 Jan 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiDirektur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudisthira, mengatakan inflasi yang cukup tinggi akan bertahan setidaknya sampai tahun 2023. Beberapa faktor perlu diwaspadai.
Gejala harga minyak mentah masih tinggi di 80 dollar AS per barel terpengaruh larangan ekspor minyak Russia ke negara G7 terutama Eropa.
"Masyarakat tentu berharap harga BBM (bahan bakar minyak) akan turun, tetapi situasi di pasar energi masih belum menentu. Inflasi pangan pun harus diwaspadai," kata Bhima.
Data organisasi pangan dunia (FAO) menunjukkan indeks harga beras rata-rata internasional mencapai 114,6 atau konsisten naik sejak 2021. Di mana-mana terjadi krisis pangan maka pemerintah perlu intervensi tata niaga dan hulu pertanian sehingga stok pangan terjamin sampai akhir 2023.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pencabutan PPKM juga memicu demand pull atau inflasi dari sisi permintaan. Makin banyak masyarakat belanja di luar rumah, semakin tinggi dorongan inflasi.
"Jangan sampai inflasi yang bertahan tinggi bisa sebabkan penambahan jumlah orang miskin baru," ucap Bhima.
Senada dengan Bhima, Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman mengingatkan inflasi inti berpotensi menguat seiring pencabutan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).
Sebaiknya Anda baca juga:
"Inflasi inti diprediksi akan terus menguat seiring dengan keputusan pemerintah untuk mencabut kebijakan PPKM, yang selanjutnya akan mendorong mobilitas masyarakat dan permintaan," kata Faisal dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin.
Selain itu, naiknya inflasi inti juga akan didorong oleh meningkatnya harga emas pada periode perlambatan ekonomi global dan normalisasi moneter (tapering-off) yang sedang berlangsung.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!