Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sekolah di Kudus yang Terdampak Banjir Dipersilakan Gelar Pembelajaran Daring

📅 Senin, 02 Jan 2023, 13:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sekolah di Kudus yang Terdampak Banjir Dipersilakan Gelar Pembelajaran Daring Doc: ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif
Ket. Kondisi ruang kelas di SD Negeri 3 Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Senin (2/1/2023).

Kudus - Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mempersilakan sekolah yang terdampak bisa menggelar pembelajaran secara daring, menyusul banjir yang semakin meluas dan banyak siswa yang mengungsi bersama keluarganya.

"Sekolah yang benar-benar tidak bisa menggelar pembelajaran secara tatap muka, silakan mengajukan surat izin menggelar pembelajaran secara daring," kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kudus Anggun Nugroho di Kudus, Senin.

Ia mengakui kondisi di lapangan tidak hanya terkait sekolahnya yang kebanjiran saja, melainkan ada pula rumah siswanya juga kebanjiran serta ada pula yang tidak bisa berangkat ke sekolah karena aksesnya tergenang banjir.

Sementara sekolah yang terdampak banjir jumlahnya ada 14 sekolah dasar (SD) yang tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Jati ada lima SD, Kecamatan Kaliwungu ada dua SD, dan Kecamatan Mejobo ada dua SD serta Kecamatan Undaan ada empat SD.

Meskipun tidak terdampak banjir, ada pula SD yang dijadikan tempat pengungsian seperti di SD 1 Temulus, Kecamatan Mejobo. Namun, proses belajar mengajar masih bisa dilaksanakan.

"Ada pula siswa yang tidak bisa berangkat ke sekolah karena rumahnya kebanjiran, meskipun sekolahnya aman dari banjir," ujarnya.

Hal itu, kata dia, dialami siswa dari SD 3 Bulungcangkring Kudus. Sedangkan siswanya berasal dari Dukuh Gadu tidak bisa ke sekolah karena akses jalannya tergenang banjir.

Sementara sekolah rusak akibat angin kencang dialami SD Ploso 2, termasuk SD 3 Megawon plafonnya juga ambrol.

Kepala SD Negeri 3 Jati Wetan Ahmad Aliek Mochtar mengakui sekolah tergenang banjir sejak Jumat (30/12). Sedangkan hari ini (2/1) untuk pertama kalinya siswa masuk setelah libur belum bisa karena sekolahnya tergenang banjir.

Untuk itulah, kata dia, pihaknya berkoordinasi dengan koordinator wilayah pendidikan tingkat kecamatan. Kemudian disarankan untuk mengajukan surat izin pembelajaran secara daring.

"Total ada 51 siswa dari kelas 1-6 yang tidak memungkinkan datang ke sekolah untuk mengikuti pembelajaran karena sekolahnya tergenang banjir," ujarnya.

Selain itu, imbuh dia, ada pula keluarga siswa yang mengungsi karena rumahnya juga tergenang. Sementara guru tetap hadir ke sekolah untuk melakukan absensi karena menggunakan fingerprint.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.