Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kunjungan Healing SHAKA Foundation & TRE Indonesia Di Cianjur

📅 Kamis, 08 Des 2022, 18:57 WIB | Oleh:
Kunjungan Healing SHAKA Foundation & TRE Indonesia Di Cianjur Doc: Istimewa
Ket. Relawan Shaka Foundation bersama korban gempa bumi Cianjur. SHAKA Foundation & TRE Indonesia berkoordinasi dengan Moeldoko Center yang juga merupakan Penasehat SHAKA Foundation, membawa metode Trauma and stress Releasing Exercise (TRE), team SHAKA Foundation & TRE Indonesia hadir di Kabupaten Cianjur selama 3 hari (6 - 8 Desember 2022) sebagai usaha untuk membantu para korban secara emosional dan menguatkan mental mereka.

JAKARTA - Bencana gempa bumi sebesar 5,6 SR di Kabupaten Cianjur beberapa waktu lalu adalah sebuah kejadian yang menimbulkan duka mendalam bagi seluruh masyarakat Indonesia.

"Banyak warga yang kehilangan tempat tinggal, bahkan kerabat dan anggota keluarga. Tentunya hal ini menimbulkan trauma serta tekanan mental tersendiri. Belum lagi para Relawan yang secara tak langsung ikut merasakan luka batin para warga," kata Founder Shaka Foundation dan Ketua Yayasan Hindra Gunawan siaran pers, di Jakarta, Kamis (8/12/2022) .

Hindra Gunawan mengatakan sebuah program pelatihan Trauma Healing bagi para korban Gempa Cianjur dan Relawan yang bertugas, berkoordinasi dengan Denny Andrian dari Moeldoko Center yang juga merupakan Penasehat SHAKA Foundation.

"Program ini juga mendapatkan dukungan penuh dari Jabar Quick Response," ujarnya.

Menurut Hindra, SHAKA Foundation adalah sebuah yayasan nirlaba asal Indonesia yang didirikan sejak tahun 2019 dengan tujuan utama untuk membantu tiap individu melepaskan stress akibat peristiwa traumatis, termasuk bencana alam.

"Maka, dengan membawa metode Trauma and stress Releasing Exercise (TRE), team SHAKA Foundation & TRE Indonesia hadir di Kabupaten Cianjur selama 3 hari (6 - 8 Desember 2022) sebagai usaha untuk membantu para korban secara emosional dan menguatkan mental mereka sehingga tiap individu dapat merasa lebih tenang, ikhlas, pasrah, dan dapat segera kembali bangkit untuk menghadapi hari-harinya dengan penuh semangat," jelasnya.

Dikatakan Hindra, TRE adalah sebuah teknik yang menggunakan kecerdasan tubuh dengan membiarkan tubuh bergetar. Getaran ini adalah cara tubuh untuk melepaskan stres, tekanan, ketegangan dan emosi yang terakumulasi berkepanjangan dalam tubuh manusia.

"Aman untuk dilakukan oleh anak kecil dan orang dewasa, metode self healing ini dapat dipraktekkan sendiri seumur hidup setelah mendapatkan 1x pelatihan dan pendampingan dari team TRE Indonesia yang hadir bersama SHAKA Foundation," ucapnya.

Selain itu, kata Indra, kunjungan ini memberikan kesan tersendiri bagi Hindra Gunawan, Founder TRE Indonesia & SHAKA Foundation. Para korban terlihat sangat guyub dan saling peduli satu sama lain.

"Mereka welcome sekali, sangat mudah diajak kerja sama dan bahkan Kepala Desa sendiri ikut turun membantu kami berinteraksi dengan para korban. Beberapa Relawan dan Ibu-Ibu di sini juga menemani kami dari pagi sampai sore untuk pindah dari satu tenda ke tenda lain dan memberikan pelatihan," paparnya.

Setidaknya 310 orang (termasuk anak-anak) mengikuti pelatihan TRE ini. Dampaknya pun bisa dirasakan langsung oleh para peserta. Setelah menjalani pelatihan, mereka terlihat lebih tenang dan bahagia, setelah sebelumnya rasa was-was akan ada gempa susulan tergambar jelas di wajah mereka.

"Banyak korban yang susah tidur karena merasakan hatinya tidak tenang. Hebatnya TRE, kita tidak perlu menceritakan masalah yang sedang kita alami atau tau apa sumber masalah yang bisa membuat kita stress. Tidak perlu nasehat juga. Hanya perlu dipicu dengan beberapa gerakan sederhana seperti senam, maka tubuh kita sendiri yang akan secara otomatis melakukan gerakan yang diperlukan untuk melepaskan trauma itu," tuturnya.

Hindra menambahkan Anak-anak di sini antusias sekali. Mereka bahkan tidak perlu tau apa yang terjadi, mereka have fun, bergembira dan banyak tertawa pada saat dan sesudah mengikuti pelatihan TRE, karena pelepasan trauma sudah terjadi pada saat tubuh mereka bergetar.

"Bahkan ketika kami kembali lagi ke tenda yang sama untuk membagikan TRE kepada yang belum sempat ikut sebelumnya, karena banyak korban juga yang sudah bekerja di sawah saat kedatangan kami tadi. Nah, anak-anak yang sudah ikut tadi mau ikut lagi untuk kedua kalinya, dan waktu kami tanya, kenapa mau ikut lagi, mereka bilang habis ikutan tadi rasanya enak, jadi mau ikut terus," paparnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
Luar Negeri
WHO Serukan Negara-Negara C...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.