Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tak Cuma Atlet Piala Dunia, Unta di Qatar Juga Ikut Kewalahan

📅 Rabu, 30 Nov 2022, 19:27 WIB | Oleh:
Tak Cuma Atlet Piala Dunia, Unta di Qatar Juga Ikut Kewalahan Doc: AP
Ket. Turis menunggangi unta di Qatar.

Selain para atlet sepak bola yang tengah berjuang membela negaranya dalam pertandingan akbar empat tahunan, Piala Dunia 2022 yang digelar di Qatar turut membuat unta-unta di negara itu kewalahan.

Kemeriahan Piala Dunia 2022 yang untuk pertama kalinya digelar di negara Timur Tengah, membuat penggemar sepak bola dari belahan dunia lain berebut pengalaman asing menunggang unta di sebuah bukit pasir yang berlokasi di luar Doha.

Menunggang unta di bukit pasir nan tandus menjadi salah satu daya tarik yang ditawarkan Qatar bagi para pelancong, di samping berfoto dengan elang hingga berkeliaran di gang-gang tradisional. Bukit pasir dan unta memang menjadi hal baru dan jarang dijumpai di benua lain.

"Sungguh perasaan yang luar biasa karena Anda merasa sangat tinggi," kata Juan Gaul (28), membagikan pengalaman pertamanya menunggangi unta kepada The Associated Press. Juan Gaul sendiri merupakan warga negara Australia yang datang ke Qatar untuk mendukung Argentina.

Beberapa turis bahkan datang saat fajar, seraya berharap mendapatkan bidikan matahari terbit yang sempurna.

Antusiasme penggemar sepak bola dari berbagai negara ini tentu bak angin segar bagi pawang hewan unta di Qatar. Ali Jaber al Ali misalnya, pria berusia 49 tahun ini mengaku meraup banyak penghasilan ketika Piala Dunia 2022 dimulai.

"Ada banyak uang yang masuk," ujar penggembala unta Badui itu kepada AP.

Lahir di Susan, Al Ali datang ke Qatar pada 15 tahun yang lalu. Ia pun telah terbiasa bekerja dengan unta sejak kecil.

Al Ali mengatakan perusahaannya biasanya hanya menawarkan sekitar 20 wahana menunggang unta per hari dan 50 pada akhir pekan. Namun, sejak Piala Dunia 2022 dimulai, Al Ali dan rekan kerjanya menyediakan 500 wahana di pagi hari dan 500 wahana lagi di malam hari.

Apabila tadinya perusahaan tempat Al Ali bekerja hanya memiliki 15 unta pun menambah jumlah mamalia itu menjadi 60 ekor untuk melayani lebih banyak penggemar sepak bola.

"Pemandu wisata ingin bergerak cepat," kata Al Ali.

Namun, hal itu datang bukan tanpa konsekuensi. Lonjakan wisatawan yang tiba-tiba membuat waktu istirahat bagi pawang dan para unta menjadi semakin sedikit. Sejak Piala Dunia 2022 dimulai, hewan-hewan tersebut dibawa selama 15 hingga 20 sesi, bahkan terkadang sampai 40 sesi perjalanan tanpa istirahat. Padahal, biasanya seekor unta bisa beristirahat setelah lima kali perjalanan.

"Sekarang, orang mengatakan kita tidak bisa menunggu karena mereka punya rencana lain yang harus mereka tuju di tengah gurun," katanya.

Kini, ia harus mulai bekerja sekitar pukul 4:30 pagi, saat untuk memberi makan hewan dan menyiapkannya untuk dinaiki para penggemar sepak bola. Ali dan sekawanan untanya baru bisa istirahat pada siang hari dan kemudian bersiap-siap kembali melayani pelanggan yang datang pada sore hari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Olahraga
Meriahnya Pembukaan Asian P...
Rona
Tips Menjalankan Bisnis War...
Advertisement
2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.