Viral karena Manfaatnya, Ahli Gizi Ungkap Cara Tepat Konsumsi Makanan Fermentasi
📅 Senin, 19 Okt 2026, 05:45 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoJAKARTA - Makanan hasil fermentasi seperti yoghurt, kefir, kimchi, dan sauerkraut kian populer karena dinilai bermanfaat bagi kesehatan saluran pencernaan.
"Makanan fermentasi mendukung kesehatan usus terutama dengan meningkatkan keragaman mikrobioma usus dan mengurangi peradangan," kata ahli gizi Alex Prutting sebagaimana dikutip dalam siaran Eating Well pada Sabtu (17/10).
Memasukkan makanan hasil fermentasi dalam pola makan sehari-hari dapat mendatangkan manfaat bagi kesehatan pencernaan.
Tinjauan riset tahun 2022 menunjukkan konsumsi makanan fermentasi secara rutin dapat memengaruhi mikrobioma usus, antara lain karena jenis makanan ini menyediakan nutrisi untuk yang diperlukan oleh bakteri baik di dalam usus.
Sebuah studi klinis berskala kecil menunjukkan bahwa orang yang menerapkan diet kaya makanan hasil fermentasi selama 10 minggu mengalami peningkatan keragaman mikrobioma usus serta penurunan penanda inflamasi.
Ahli gizi Gabrielle Palmeri menyampaikan bahwa makanan hasil fermentasi bisa dikonsumsi kapan saja.
Menurut dia, hingga saat ini belum ada bukti kuat yang menunjukkan adanya waktu "paling baik" untuk mengonsumsi makanan hasil fermentasi.
Nutrisionis Amanda Sauceda menyarankan penambahan makanan hasil fermentasi ke dalam pola makan secara bertahap untuk mendukung kesehatan pencernaan.
"Mulai lah dalam jumlah kecil dan perlahan," katanya.
Yoghurt, kefir, kimchi, sauerkraut, miso, dan tempe bisa dijadikan sebagai pilihan makanan hasil fermentasi untuk mendukung kesehatan pencernaan.
Namun, ahli gizi menyampaikan perlunya memperhatikan pilihan produk makanan hasil fermentasi yang akan dikonsumsi, karena tidak semua makanan hasil fermentasi masih mengandung mikroorganisme hidup.
"Proses pengolahan seperti pemanasan atau pasteurisasi dapat mengurangi atau menghilangkan kultur bakteri hidup," kata ahli gizi Jasmin Dieb.
Oleh karena itu, ia mengatakan, sebaiknya memeriksa label kemasan untuk memastikan produk makanan hasil fermentasi yang hendak dibeli "mengandung kultur hidup dan aktif."
Di samping itu, ahli gizi Renee Korczak menyarankan pemilihan makanan dan produk hasil fermentasi yang mengandung sedikit tambahan gula.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!