Depresiasi Rupiah Ancam Target Pertumbuhan Ekonomi
📅 Kamis, 20 Okt 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiKoreksi surplus pada September menyebabkan surplus perdagangan triwulan III-2022 lebih rendah dibandingkan triwulan II-2022. Walaupun total ekspor untuk Triwulan III-2022 secara keseluruhan masih lebih tinggi dari kuartal sebelumnya, namun nilai impor tumbuh lebih cepat, terutama karena depresiasi rupiah yang ikut berkontribusi terhadap tingginya inflasi dari barang-barang impor.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, mengatakan meskipun Indonesia diuntungkan oleh konsumsi domestik yang kuat serta kenaikan harga komoditas ekspor, namun untuk tumbuh di atas 5 persen sulit. "Kekhawatiran resesi dunia menyebabkan harga komoditas yang selama ini naik, kini mulai dalam tren turun," kata Faisal.
Ekonom Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira, mengatakan ancaman resesi global akan membuat harga komoditas ekspor unggulan Indonesia menurun, sehingga efeknya terhadap stabilitas ekonomi. "Indikator yang positif bisa berubah drastis dalam waktu singkat. Konsumsi rumah tangga juga menunjukkan adanya tekanan pada September," kata Bhima.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!