TPID Berperan Penting untuk Menahan Laju Inflasi Bahan Pangan
Selasa, 27 Sep 2022, 00:00 WIBJAKARTA - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memiliki peran penting dalam menahan laju inflasi volatile food (bahan pangan bergejolak). Peran tersebut dapat dilaksanakan melalui koordinasi pasokan antardaerah, menyusun neraca pangan per kabupaten yang real time.
"Dilaksanakan melalui koordinasi pasokan antardaerah, menyusun neraca pangan per kabupaten yang real time, bahkan jika perlu di level desa, hingga mendorong kembali pemanfaatan lumbung pangan desa," kata Direktur Center of Econonmics and Laws Studies (CELIOS), Bhima Yudistira, di Jakarta, Senin (26/9).
Seperti dikutip dari Antara, Bhima mengatakan peran tersebut akan melengkapi subsidi angkutan pangan, dengan catatan subsidi angkutan dapat mengintervensi di titik distribusi yang tepat dengan pengawasan ketat, sehingga harga di tangan konsumen bisa lebih terjangkau. Subsidi angkutan pangan juga bisa efektif apabila rantai distribusi pangan lebih pendek.
Di sisi lain, tambah Bhima, program yang digulirkan pemerintah yakni dana insentif daerah (DID) turut memiliki andil dalam menurunkan harga pangan.
Beberapa Prasyarat
Namun demikian, Bhima menyebut terdapat beberapa prasyarat yang perlu dipenuhi yaitu secara teknis bagaimana dinas di tingkat pemerintah daerah mempersiapkan rencana program, SDM yang fokus untuk mengatasi masalah inflasi, data pangan, pelaku pertanian termasuk distributor pangan yang berintegritas, dan kehadiran BUMD sebagai garda terdepan untuk memangkas distribusi pangan.
"Kalau prasyarat tadi dipenuhi, DID bisa lebih efektif mengurangi tekanan harga pangan," jelasnya.
Presiden Jokowi sudah memerintahkan seluruh jajaran pemerintah daerah baik tingkat kabupaten/kota maupun provinsi untuk bekerja sama dengan TPID guna menekan laju inflasi yang disebabkan kelompok pangan.
Presiden meminta setiap pemerintah daerah mengidentifikasi harga-harga komoditas pangan apa saja yang tinggi di wilayah masing-masing, termasuk menjaga ketersediaan stok dan stabilitas harga barang-barang terutama barang kebutuhan pokok, dan menyelesaikan kendala di sisi produksi maupun distribusi.
Sebelumnya, Badan Pangan Nasional meminta seluruh pemerintah daerah melakukan upaya ekstra secara serentak untuk fokus pada pengendalian inflasi bahan pangan sebagai salah satu upaya mengendalikan laju inflasi secara keseluruhan.
"Salah satu langkah high impact yang dapat dilakukan pemerintah untuk mengendalikan inflasi adalah fokus pada pengendalian inflasi pangan," kata Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi.
Menurut dia, upaya pengendalian harga pangan mampu menunjukkan hasil dengan penurunan tingkat inflasi di sektor pangan dari sebelumnya 10,32 persen pada Juli menjadi 8,93 persen pada Agustus.
Tren penurunan inflasi sektor pangan tersebut, lanjut dia, perlu terus dijaga hingga batas wajar agar tetap mampu memberikan dampak pada pengendalian laju inflasi secara keseluruhan.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Dinamika Atmosfer Picu Banjir di Musim Kemarau
-
Disiplin Jadi Senjata Atlet Pelatnas Soft Tennis Indonesia
-
Kementerian Kebudayaan Perkuat Pelestarian Tradisi Marapu di NTT
-
Literasi Warga Konawe Kepulauan Ditingkatkan Terkait Soal Keuangan
-
Mendagri Serukan Kepala Daerah Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Inflasi
-
Bali Tingkatkan Pertanian Organik untuk Ketahanan Pangan
-
Prancis Ancaman Nyata Tim Thomas di Babak Grup
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.