Misi Herdman Mematahkan Kutukan “Runner Up”
Kamis, 23 Jul 2026, 06:42 WIBJAKARTA â Piala AFF 2026 bukan sekadar turnamen regional bagi Timnas Indonesia. Kompetisi ini menjadi ajang pertama John Herdman membuktikan kapasitasnya sebagai pelatih baru Skuad Garuda sekaligus kesempatan terbaik mengakhiri penantian gelar yang telah berlangsung selama tiga dekade.
Indonesia akan mengawali perjalanan di Grup A dengan menghadapi Kamboja di Stadion Pakansari Kabupaten Bogor Senin (27/7) malam WIB. Di atas kertas Skuad Garuda lebih diunggulkan. Namun laga pembuka memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar memburu tiga poin. Pertandingan itu menjadi fondasi bagi ambisi Indonesia menembus final dan menghapus status sebagai tim yang paling sering gagal di partai puncak Piala AFF.
Sejak turnamen bergulir pada tahun 1996 Indonesia enam kali mencapai final. Namun enam kali pula trofi lepas dari genggaman. Rekor tersebut menjadikan Skuad Garuda sebagai tim dengan jumlah runner up terbanyak tanpa pernah merasakan gelar juara. Catatan itulah yang kini diwarisi Herdman saat menerima tantangan menangani timnas Indonesia.
Pelatih berusia 51 tahun asal Inggris itu datang dengan rekam jejak yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Bersama Kanada dia sukses mengakhiri penantian panjang lolos ke Piala Dunia 2022 setelah absen sejak 1986. Dia juga membawa Kanada menjadi runner up CONCACAF Nations League melalui proses pembangunan tim yang disiplin dan kompetitif.
Kini tantangan berbeda menantinya di Asia Tenggara. Indonesia tidak kekurangan pemain berkualitas. Dalam beberapa tahun terakhir kualitas skuad meningkat lewat hadirnya sejumlah pemain naturalisasi serta pesepak bola yang berkarier di Eropa. Persoalan terbesar justru terletak pada kemampuan mengubah potensi menjadi prestasi ketika tekanan semakin besar di fase gugur.
Rasa optimis itu turut disuarakan gelandang Thom Haye. Menurutnya target Indonesia tidak boleh berhenti pada semifinal ataupun final. âKami di sini untuk bertanding merebut gelar juara. Kami tidak takut membicarakan tujuan itu karena banyak pemain memiliki pengalaman di pertandingan besar termasuk final. Kami memahami sejarah tim ini. Semua bertekad untuk mengubahnya,â ujar Haye.
Kepercayaan diri tersebut lahir bukan tanpa alasan. Dari sisi kualitas individu Indonesia memiliki kedalaman skuad yang lebih baik dibanding beberapa edisi sebelumnya. Nama-nama seperti Rizky Ridho, Jordi Amat, Sandy Walsh, Thom Haye, Ragnar Oratmangoen dan Eliano Reijnders menjadi tulang punggung yang diharapkan mampu membawa Skuad Garuda tampil lebih konsisten sepanjang turnamen.
Meski demikian persiapan Indonesia tidak berjalan sempurna. Herdman harus melakukan penyesuaian setelah kehilangan tiga pemain. Luke Vickery batal bergabung karena klubnya Macarthur Bulls FC tidak memberikan izin mengingat Piala AFF berada di luar kalender resmi FIFA. Mauro Zijlstra juga harus menepi akibat cedera hamstring. Sedangkan Yakob Sayuri meninggalkan pemusatan latihan lebih awal karena mengalami cedera.
Situasi tersebut memaksa Herdman mengubah sejumlah rencana terutama di sektor depan dan sayap. Namun seleksi ketat selama pemusatan latihan di Bali diyakini telah menghasilkan komposisi terbaik. Penilaian pelatih tidak hanya berdasarkan kemampuan teknis tetapi juga kondisi fisik kesiapan mental serta kecocokan dengan skema permainan yang ingin diterapkan.
Menghadapi Kamboja Indonesia memang lebih difavoritkan. Bermain di hadapan publik sendiri menjadi keuntungan tambahan yang bisa meningkatkan kepercayaan diri pemain. Namun Herdman dipastikan tidak akan membiarkan anak asuhnya meremehkan lawan. Perkembangan sepak bola Kamboja dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan mereka bukan lagi tim yang mudah dikalahkan. Organisasi permainan semakin rapi dengan mengandalkan transisi cepat dan serangan balik yang efektif.
Harus Agresif
Karena itu Indonesia dituntut tampil agresif sejak awal tanpa kehilangan keseimbangan saat bertahan. Efektivitas penyelesaian akhir menjadi faktor yang dapat menentukan hasil pertandingan. Apabila mampu mencetak gol lebih cepat Skuad Garuda berpeluang mengendalikan ritme permainan sekaligus menghindari tekanan yang kerap muncul dalam laga pembuka.
Di atas kertas Indonesia memiliki semua syarat untuk membuka turnamen dengan kemenangan. Namun perjalanan menuju gelar tidak akan ditentukan oleh laga melawan Kamboja semata. Ujian sesungguhnya menanti saat menghadapi Vietnam dan Singapura yang diperkirakan menjadi pesaing utama memperebutkan tiket semifinal.
Karena itu Piala AFF 2026 bukan hanya tentang siapa yang menjadi lawan pertama. Turnamen ini menjadi ukuran apakah era John Herdman benar-benar mampu mengubah mentalitas Timnas Indonesia dari tim yang nyaris juara menjadi tim yang akhirnya mampu mengangkat trofi. ben/G-1
- Piala AFF 2026
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.