Kenaikan Bahan Pangan Akan Tingkatkan Kemiskinan
📅 Kamis, 15 Sep 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiBerdasarkan data Badan Pangan Nasional, per minggu pertama September 2022, ketahanan stok komoditas bawang putih, daging ayam, dan daging sapi, berada dalam level aman di 34 provinsi.
Sementara itu, stok komoditas cabai besar dalam kondisi rawan di 17 provinsi dan rentan/tidak aman di 10 provinsi. Sedangkan yang masih perlu diwaspadai lagi adalah stok komoditas cabai rawit yang dalam kondisi rawan di 14 provinsi dan rentan/tidak aman di 10 provinsi.
Mencermati kondisi ketahanan stok komoditas pangan, Airlangga kembali mengarahkan kepada seluruh daerah untuk fokus pada program-program yang dapat segera menstabilkan harga dan memastikan ketersediaan pasokan. Di antaranya adalah perluasan Kerja Sama Antardaerah (KAD), terutama untuk daerah surplus/defisit dalam menjaga ketersediaan suplai komoditas.
Selain itu, meningkatkan pelaksanaan Operasi Pasar dalam memastikan keterjangkauan harga dengan melibatkan berbagai stakeholders, termasuk peningkatan program Ketersediaan Pangan dan Stabilitas Harga (KPSH) untuk segera menstabilkan harga beras.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pakar ekonomi dari Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Imron Mawardi, mengatakan kondisi inflasi yang lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi perlu diwaspadai, karena pada September ini dipastikan akan naik lagi setelah kenaikan harga BBM.
"Kenaikan harga BBM pasti berdampak pada berbagai harga kebutuhan masyarakat karena langsung berpengaruh pada faktor distribusi." Kata Imron.
Pemerintah katanya harus mewaspadai penurunan daya beli karena akan berdampak pada kemiskinan. "Per Mei 2022, jumlah orang miskin sudah meningkat satu juta dari 25 juta menjadi 26 juta orang," kata Imron.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!