Perubahan Iklim Berpotensi Rugikan Ekonomi RI Rp544 Triliun
📅 Rabu, 10 Agu 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiAncaman Ketersediaan Pangan
Pengamat iklim dari Universitas Brawijaya, Malang, Adi Susilo, mengatakan ancaman paling nyata dari dampak climate change ini adalah ketersediaan pangan yang produksinya sangat bergantung pada cuaca.
Mengatasinya, petani perlu penyesuaian, tapi ini tidak mudah. Selain itu, dengan perang Russia-Ukraina yang terjadi sekarang, pasokan dan harga pangan sudah terganggu, dan tidak tahu apakah masih ada perang lain di masa depan.
Bisa dibayangkan jika ini masih ditambah dengan banjir atau kekeringan. Bukan tidak mungkin akan terjadi bencana kelaparan. Maka bencana iklim rentetannya panjang, terutama ekonomi, juga sosial politik, budaya, dan lainnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Pemerintah harus antisipasi ini dengan menekan emisi karbon. Selain itu, pemerintah juga harus menagih komitmen negara-negara maju untuk mendukung peralihan energi bersih. Karena jangan sampai kita kena getah bencananya, sementara industri di luar yang menikmati keuntungan," tutur Adi Susilo
Sementara itu, Koordinator OC Komite Nasional Pertanian Keluarga (KNPK), Ika Khrisnayanti, mengatakan bahwa upaya-upaya untuk menanggapi dampak perubahan iklim adalah dengan melakukan adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim. Di pertanian, adaptasi bisa dilakukan dengan berbagai cara, antara lain dengan kembali ke pertanian agroekologis atau pertanian organik atau pertanian alami (natural farming).
Karena pertanian agroekologis itu memperhatikan input-input yang alami, tidak boros energi, melindungi keanekaragaman hayati, sehingga ramah lingkungan. Ini yang disebut adaptasi terhadap perubahan iklim.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!