Siapkan Langkah Darurat untuk Antisipasi Kenaikan Harga Pangan
📅 Selasa, 05 Jul 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiMenurut dia, selama kebutuhan masih bergantung pada impor dari negara lain maka akan sulit untuk mencapai ketahanan pangan. Sebab itu, dia mengimbau agar pemerintah ke depan mengeluarkan kebijakan-kebijakan di sektor pertanian dan perdagangan yang tidak merugikan para petani.
"Mereka sudah susah payah menanam, kena kekeringan, banjir, sekarang masih kena masalah kalah harga dengan impor. Keluhan petani harus diperhatikan. Kalau memang mereka rugi, berarti hitungan pemerintah belum sesuai dengan di lapangan. Petani tentu tidak mungkin mau menanam kalau rugi terus. Kalau sampai mereka berhenti, kita yang rugi karena semakin jauh dari kemandirian," katanya.
Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Eko Listyanto, mengatakan pemerintah harus menjaga ketersediaan dan memeratakan sebaran pangan untuk menekan laju inflasi.
Ketersediaan bahan makanan penting, jelasnya, mengingat penyebab inflasi dominan berasal dari komoditas cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan telur ayam ras. "Menjaga ketersediaan bahan pangan secara mencukupi dan merata di Indonesia memang sulit. Kalau berharap pada impor, saat ini terjadi gangguan rantai pasok sehingga barang sangat mungkin terlambat datang," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia memproyeksi inflasi bisa naik sedikit di atas 4,5 persen di 2022. Perkiraan itu dengan catatan pemerintah tetap menahan kenaikan harga BBM dan LPG.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!