Kenaikan Harga Pangan Hancurkan Mereka yang Paling Miskin dan Rentan
📅 Jumat, 20 Mei 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiLiberalisasi Pangan
Peneliti Mubiyarto Institute, Awan Santosa, yang diminta pendapatnya, mengatakan krisis pangan terjadi akibat liberalisasi pangan yang berakibat dominasi korporasi atas produksi dan distribusi pangan. Hal itu, katanya, akan selalu menimbulkan kerentanan karena lemahnya kedaulatan pangan.
"Nah, apakah pembiayaan Bank Dunia tersebut menjawab akar masalah struktural krisis pangan," kata Awan.
Menurut Awan, pembiayaan tidak akan efektif jika hal tersebut tidak digunakan untuk meningkatkan kuasa ekonomi rakyat (petani dan koperasi) atas produksi dan distribusi pangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti, mengatakan pembiayaan dari Bank Dunia itu sifatnya loan bukan grant (hibah). "Jadi, harus lebih berhati-hati dalam menggunakan dana yang sumbernya dari pinjaman. Alokasikan untuk kegiatan yang benar-benar efektif dan efisien," paparnya.
Sejumlah tantangan krusial harus diselesaikan seperti perubahan iklim dan bencana, urbanisasi, transisi demografi di sektor pertanian serta kendala teknologi dan produktivitas yang rendah. "Alokasikan dana untuk menyelesaikan tantangan ini," tegas Esther.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!