Negara-negara Produsen Mulai Melarang Ekspor Pangan
📅 Kamis, 28 Apr 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiPengamat Ekonomi dari Universitas Katolik Atimajaya, Jakarta, Yohanes B. Suhartoko, mengatakan momentum kenaikan harga pangan dan komoditas primer sebenarnya menguntungkan bagi Indonesia karena kekuatan ekspor pada komoditas primer. Sayangnya, beberapa industri pengolahan juga berbahan baku komoditas primer yang harus diimpor sehingga kenaikan harga menyebabkan kenaikan biaya produksi yang signifikan.
Di sisi lain, disparitas harga internasional dan domestik mendorong pengusaha lebih menyukai ekspor dan mengabaikan penyediaan bahan baku komoditas untuk industri pengolahan makanan sehingga mendorong peningkatan harga produk pengolahan makanan. "Ini yang perlu diperhatikan," ujar Suhartoko.
Dewan Penasihat Institut Agroekologi Indonesia (Inagri), Ahmad Yakub, mengatakan kehadiran negara untuk kepentingan nasional harus benar-benar mengembalikan makna kedaulatan pangan sejati yakni kedaulatan pangan di tangan produsen pangan lokal, petani, dan nelayan.
"Indonesia jangan sampai masuk dalam perangkap pangan impor yang mengerikan," ujar Yakub.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!