Jokowi: Perang Makin Perdalam Krisis Ekonomi Global
📅 Rabu, 23 Mar 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiSebagai negara besar, Russia yang memiliki sumber daya dan pasar yang besar pula, begitu juga dengan Ukraina sebagai penghasil gandum. Banyak perusahaan global yang beroperasi di Russia terpaksa menutup kegiatan operasionalnya karena terkait dengan sanksi ekonomi (boikot).
Perang, paparnya, telah memicu inflasi dunia, dan akan semakin berdampak serius kalau semakin berlarut-larut. Amerika sekalipun sebagai ekonomi maju sudah merasakan kenaikan energi, dan bisa tambah buruk kalau tidak dikendalikan.
"Apalagi perkembangan terbaru, hubungan AS-Russia makin panas karena AS melabeli Putin sebagai penjahat perang. Tentu kita berharap ini tidak sampai berkembang menjadi perang dunia baru, yang jelas akan sangat berdampak ekonomi pada semua negara," kata Imron.
Pengamat Ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Achmad Maruf, mengatakan begitu mobilitas mulai bergerak, dunia diadang masalah baru yakni perang Russia-Ukraina.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Transisi dari pandemi ke endemi menciptakan permintaan, tapi rantai pasok terganggu, otomatis inflasi akan jadi tantangan utama ekonomi ke depan. Harga energi dan sejumlah bahan pokok impor akan melonjak," kata Maruf.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!