Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

RI Bisa Optimalkan Penerimaan dari Perdagangan Karbon di Pasar Global

31 Rabu, 16 Mar 2022, 00:02 WIB | Oleh: Tim Redaksi
RI Bisa Optimalkan Penerimaan dari Perdagangan Karbon di Pasar Global RI Bisa Optimalkan Penerimaan dari Perdagangan Karbon di Pasar Global Doc: Sumber: International Energy Agency (IEA) - afp

JAKARTA - Hasil kesepakatan pertemuan masalah iklim COP-26 di Glasgow beberapa waktu lalu menyepakati untuk semakin meningkatkan permintaan global akan kredit karbon, sehingga membuat harga jual karbon menjadi lebih tinggi.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam keterangan tertulisnya mengatakan Indonesia yang memiliki hutan dan lautan yang luas berpotensi menghasilkan kredit karbon yang dapat ditransaksikan di tingkat global untuk pencapaian target penurunan emisi di banyak negara.

"Pertemuan G20 dapat digunakan untuk melakukan kerja sama ini dengan negara-negara maju," kata Airlangga.

Indonesia, jelasnya, memiliki potensi pendapatan sebesar 565,9 miliar dollar AS atau setara dengan 8.000 triliun rupiah dari perdagangan karbon dari hutan, mangrove, dan gambut.

Lebih lanjut dikatakan, ada lima sektor penyumbang emisi karbon, yaitu kehutanan dan lahan, pertanian, energi dan transportasi, limbah, serta proses industri dan penggunaan produk. Berbagai kebijakan, paparnya, telah disiapkan untuk menanggulangi emisi karbon di berbagai sektor tersebut.

Kebijakan di bidang pertanahan, antara lain restorasi gambut, rehabilitasi mangrove, dan pencegahan deforestasi menjadi lahan pertanian. Kebijakan di bidang persampahan, termasuk pengelolaan sampah melalui ekonomi sirkular.

Sedangkan kebijakan di sektor fiskal mencakup penerapan pajak karbon dan penghapusan subsidi energi secara menyeluruh pada tahun 2030. Kebijakan yang diterapkan di bidang energi dan transportasi, misalnya dengan beralih ke kendaraan listrik hingga 95 persen dari total kendaraan dan menggunakan energi baru dan terbarukan mendekati 100 persen pada 2060.

Berkaitan dengan energi baru dan terbarukan (EBT), Indonesia telah menerapkan program mandatori biodiesel B30. Mandatori biodiesel itu akan mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 23,3 juta ton CO2e (carbon dioxyde equivalent). "Program tersebut telah berhasil meningkatkan penggunaan energi terbarukan, mengurangi emisi karbon, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan petani kecil," kata Airlangga.

Membantu Bisnis

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, mengatakan dunia sedang bergerak menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) dan membatasi kenaikan temperatur global 1,5 derajat Celsius.

Salah satu yang bisa membantu penurunan emisi adalah lahan dan hutan yang menyerap emisi karbon (carbon sink) dan menahan emisi tidak terpapar ke atmosfer.

Potensi hutan, lahan, mangrove untuk menjaga emisi GRK dan menyerap emisi GRK cukup besar.

"Potensi ini bisa dipakai untuk membantu bisnis yang memiliki target untuk menurunkan emisi drastis dan mencapai netral karbon," kata Fabby.

Emisi GRK dari perlindungan/ konservasi hutan dan lahan sudah lazim diperdagangkan melalui skema voluntary carbon market.

Beberapa kawasan hutan di Indonesia sudah ikut dalam skema itu sehingga perlu memperhatikan pengelolaan yang lestari dan tidak sekadar menjual karbonnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.