Tingkatkan Kewaspadaan, BMKG Ingatkan Warga Sulteng Waspadai Longsor Jalur Pegunungan

Sabtu, 18 Sep 2021, 06:37 WIB

Palu - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengingatkan warga Provinsi Sulawesi Tengah agar mewaspadai longsor saat melintasi lajur transportasi di kawasan pegunungan mengingat intensitas hujan masih tinggi.

"Warga yang bepergian menggunakan kendaraan roda dua maupun empat saat melintas di kawasan pegunungan agar senantiasa berhati-hati karena banyak titik longsor akibat tanah yang jenuh di guyur hujan," kata Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Mutiara Sis Al-Jufri Palu Moh Fathan yang dihubungidi Palu, Jumat.

Ket. Foto: Ilustrasi- Sejumlah pegendara melitas di ruas Jalan Trans Palu-Kulawi yang tertimbun material longsoran di Desa Salua, Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa (31/8/2021). — Sumber: ANTARA/Basri Marzuki

Ia menjelaskan, pada situasi saat ini BMKG mengimbau warga agar selalu waspada terhadap ancaman bencana, karena tidak menutup kemungkinan peristiwa itu bisa berulang pada wilayah-wilayah yang memiliki riwayat banjir dan tanah longsor.

Salah satunya, jalur Tawaeli-Toboli Trans Sulawesi atau jalur kebun kopi, yang beberapa waktu lalu terjadi longsor di sejumlah titik akibat hujan yang mengguyur wilayah tersebut.

"Meskipun wilayah Sulawesi Tengah masih dalam musim kemarau, namun intensitas hujan di provinsi ini masih cukup tinggi," ujar Fathan.

Berdasarkan prakiraan BMKG, tiga hari ke depan wilayah Sulawesi Tengah masih berpotensi hujan secara merata baik intensitas tinggi, sedang maupun ringan yang terjadi antara sore hingga malam hari.

Oleh karena itu, warga yang berkendara di malam hari khususnya melewati jalur-jalur pegunungan agar memperhatikan kondisi cuaca, bila di gunung terjadi pembentukan gumpalan awan hitam, maka sebaiknya menunda perjalanan atau mengambil jalur alternatif lain, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Begitu pun warga yang berada di pesisir pantai termasuk nelayan tradisional, agar selalu memperhatikan kondisi gelombang, karena biasanya ketika terjadi hujan lebat disusul dengan angin kencang."Bagi nelayan menggunakan kapal berukuran kecil atau perahu jika sewaktu-waktu terjadi gelombang cukup besar, kami menyarankan agar menunda aktivitas melaut, hal ini dimaksudkan untuk keselamatan," ucapnya.

Dari analisis BMKG, hujan merata terjadi di wilayah Sulawesi, Kalimantan dan Maluku akibat pola tekan udara di laut Filipina rendah, sehingga masa udara dari arah Tenggara atau di Laut Banda tertarik lalu masuk ke tiga wilayah provinsi tersebut sehingga menimbulkan hujan.

"Kalau dalam sepekan hujan, biasanya terjeda dulu, setelah itu beberapa hari kemudian terjadi lagi hujan," demikian Fathan.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Karhutla Melanda Jambi, Penerbangan di Bandara Sultan Thaha Saifuddin Masih Normal.

Pastikan Kebutuhan Dasar Terpenuhi, Polda NTT Serahkan Susu dan Kasur untuk Warga Sikka

Cegah Dampak Asap Karhutla, Disperkim Kalsel Bagikan Masker Gratis di Banjarbaru.

Kabut Asap Karhutla Ganggu Pelayaran di Pontianak, Kapal Barang Kurangi Kecepatan.

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Sekolah di Kotim Hentikan Pembelajaran Tatap Muka.

Karhutla di Kalimantan, 5 Pesawat TNI AU Kembali Dikerahkan.

Karhutla Mengancam, Bupati Kotim Instruksikan Seluruh OPD Bergerak.

Usai Eksperimen Teknologi Ukraina, AS Kembalikan Unit Perang Drone Jadi Batalion Lintas Udara

Ratusan Hektare Sawah Terdampak, PU Identifikasi Kerusakan Irigasi di NTT

Menolak Arsenal, Julian Alvarez Desak Transfer Kepindahannya ke Barcelona

KPR Hunian Manggarai Bisa 40 Tahun, BTN Tawarkan Bunga 6% hingga Lunas

Lulusan SMA Terbaik Papua Pegunungan Bakal Digembleng Bahasa Asing Sebelum Kuliah ke Luar Negeri

Berikut Daftar Tarif Tol Bayung Lencir-Simpang Ness yang Mulai Berbayar Per 21 Agustus 2026

Ayah Korban Truk Sampah di Kramat Jati Berusaha Temui Gubernur DKI: Nyawa Anak Kami Nggak Akan Ada Nilainya

Ekonom UI: Ketika Ojol Jadi UMKM, Pemerintah Perlu Bangun Ekosistem Usahanya

Karhutla Kepung Palangka Raya, Kualitas Udara Sempat Tembus Kategori Berbahaya

Ular dan Trenggiling Hangus, Jadi Korban Karhutla di Kalbar

Kepolisian Resor Kotawaringin Barat Akan Menindak Tegas Pelaku Pembakaran Hutan dan Lahan

Hermansyah Hilang, Tinggalkan Jaring dan Perahu di TKP Kini Dicari Tim SAR

Polresta Bandung Berhasil Mengungkap Industri Rumahan Miras Oplosan di Margahayu

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.