Karhutla Mengancam, Bupati Kotim Instruksikan Seluruh OPD Bergerak.

Jumat, 21 Agu 2026, 16:57 WIB

Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Halikinnor menginstruksikan pengerahan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah setempat.

"Ini untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan, termasuk mengerahkan seluruh OPD untuk membantu pasokan air kepada petugas di lapangan," tegas Halikinnor di Sampit, Jumat.

Pengerahan seluruh OPD ini menyikapi aktivitas karhutla yang terus meningkat, khususnya di Sampit dan sekitarnya. Kehadiran tambahan personel dan armada ini diharapkan dapat membuat proses pemadaman berjalan lebih cepat dan efektif.

Kendala di lapangan, sumber air semakin sulit karena sumur, parit, danau dan saluran air kini sudah kering. Solusinya, pemadaman mengandalkan armada yang memiliki penampungan air.

"Tapi kalau armada itu harus bolak balik mengambil air, pemadaman jadi tidak optimal karena api kembali membesar. Makanya kita kerahkan seluruh OPD khusus untuk manyuplai air ke lokasi-lokasi kebakaran sehingga petugas pemadaman bisa fokus memadamkan hingga tuntas," kata Halikinnor.

Sesuai instruksi, setiap OPD wajib mengirim tim dengan armada yang dilengkapi tandon air dan pompa. Mereka disiagakan sehingga bisa langsung dikerahkan secara masif ketika dibutuhkan di lokasi kebakaran.

Distribusi air dilakukan secara berkelanjutan untuk membantu petugas pemadam yang tengah melakukan penyiraman dan pengendalian api. Dukungan tersebut juga diharapkan mempercepat penanganan sekaligus mencegah api meluas ke area lainnya.

Keterlibatan OPD tidak hanya terbatas pada penyediaan dan distribusi air. Masing-masing perangkat daerah turut memberikan dukungan sesuai tugas, kemampuan, dan sumber daya yang dimiliki sebagai bagian dari sinergi lintas sektor dalam menghadapi karhutla.

Bupati memerintahkan agar seluruh OPD turut mengambil peran dan tidak hanya berfokus pada tugas pemerintahan rutin, tetapi juga hadir membantu masyarakat ketika terjadi kondisi darurat.

Sementara itu berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, sejak Januari hingga 20 Agustus 2026, tercatat ada 401 kejadian karhutla di daerah ini dengan luas lahan terbakar lebih dari 1.394 hektare. Dalam periode waktu yang sama, akumulasi titik panas atau hotspot tercatat mencapai 6.139 titik.

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.