Ular dan Trenggiling Hangus, Jadi Korban Karhutla di Kalbar

Jumat, 21 Agu 2026, 15:53 WIB

Tim Manggala Agni menemukan satwa trenggiling mati di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat berada di lokasi untuk melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar).

‎"Iya, betul kejadian tersebut, satwa tersebut ditemukan oleh salah satu tim kami di lokasi kemarin," kata Plt Kepala Daops Manggala Agni Kalimantan X/Ketapang Efendi saat di konfirmasi di Pontianak, Jumat.

Ket. Foto: Tim Manggala Agni menemukan bangkai ular yang terbakar di Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, Jumat (21/8) — Sumber: ANTARA/HO-Manggala Agni

‎Menurut Efendi, ular menjadi salah satu satwa yang paling banyak ditemukan dalam kondisi mati akibat kebakaran hutan dan lahan.
‎
‎"Sejauh ini hewan atau satwa yang banyak ditemukan dalam kondisi mati akibat kebakaran hutan itu ular," ujarnya.
‎
‎Meski demikian, hingga saat ini Manggala Agni belum menemukan orangutan maupun beruang yang menjadi korban akibat karhutla.
‎
‎Efendi menjelaskan kedua jenis satwa tersebut memiliki insting yang lebih kuat untuk menghindari kebakaran.
‎
‎"Kalau untuk orangutan atau beruang sejauh ini kami belum menemukan, karena biasanya hewan tersebut instingnya lebih kuat. Ketika mereka mendengar suara api dari kejauhan, mereka akan cepat menjauh dan pergi," katanya.
‎
‎Sementara itu, Koordinator Pencegahan dan Inovasi Manggala Agni Daops Kalimantan X/Ketapang Fitria Sri Handayani mengatakan penemuan trenggiling tersebut berada tidak jauh dari Jalan Poros Tanjung Pura.

‎"Penemuan trenggiling itu kemarin, tidak jauh dari Jalan Poros Tanjung Pura, Desa Sungai Awan Kiri, Kecamatan Muara Pawan," kata Fitria.
‎
‎Fitria mengatakan selain trenggiling dan ular, tim Manggala Agni juga kerap menemukan sarang lebah saat melakukan penanganan kebakaran di lapangan.
‎
‎"Sejauh ini trenggiling, ular, sama sarang-sarang lebah saja yang sering ketemu di lapangan," Jelasnya.
‎
‎Temuan tersebut menjadi bukti, kini karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan dan aktivitas masyarakat, tetapi juga mengancam satwa yang berada di sekitar kawasan terdampak kebakaran.

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

Berita Terbaru

Kabut Asap Karhutla Ganggu Pelayaran di Pontianak, Kapal Barang Kurangi Kecepatan.

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Sekolah di Kotim Hentikan Pembelajaran Tatap Muka.

Karhutla di Kalimantan, 5 Pesawat TNI AU Kembali Dikerahkan.

Karhutla Mengancam, Bupati Kotim Instruksikan Seluruh OPD Bergerak.

Usai Eksperimen Teknologi Ukraina, AS Kembalikan Unit Perang Drone Jadi Batalion Lintas Udara

Ratusan Hektare Sawah Terdampak, PU Identifikasi Kerusakan Irigasi di NTT

Menolak Arsenal, Julian Alvarez Desak Transfer Kepindahannya ke Barcelona

KPR Hunian Manggarai Bisa 40 Tahun, BTN Tawarkan Bunga 6% hingga Lunas

Lulusan SMA Terbaik Papua Pegunungan Bakal Digembleng Bahasa Asing Sebelum Kuliah ke Luar Negeri

Berikut Daftar Tarif Tol Bayung Lencir-Simpang Ness yang Mulai Berbayar Per 21 Agustus 2026

Ayah Korban Truk Sampah di Kramat Jati Berusaha Temui Gubernur DKI: Nyawa Anak Kami Nggak Akan Ada Nilainya

Ekonom UI: Ketika Ojol Jadi UMKM, Pemerintah Perlu Bangun Ekosistem Usahanya

Karhutla Kepung Palangka Raya, Kualitas Udara Sempat Tembus Kategori Berbahaya

Ular dan Trenggiling Hangus, Jadi Korban Karhutla di Kalbar

Kepolisian Resor Kotawaringin Barat Akan Menindak Tegas Pelaku Pembakaran Hutan dan Lahan

Hermansyah Hilang, Tinggalkan Jaring dan Perahu di TKP Kini Dicari Tim SAR

Polresta Bandung Berhasil Mengungkap Industri Rumahan Miras Oplosan di Margahayu

Tulungagung Tambah Bus Sekolah untuk Layani Angkutan Gratis Pelajar

KKP: AS Kenakan Tarif 13,9 Persen untuk Udang RI, Lebih Rendah dari India dan Vietnam

UMKM Banyumas Raya tampil di Karya Kreatif Indonesia 2026 di Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.