KPR Hunian Manggarai Bisa 40 Tahun, BTN Tawarkan Bunga 6% hingga Lunas

Jumat, 21 Agu 2026, 16:30 WIB

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN menyiapkan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan tenor hingga 40 tahun untuk masyarakat yang ingin memiliki hunian di kawasan Transit Oriented Development (TOD) Manggarai, Jakarta. Skema tersebut menawarkan suku bunga 6 persen yang tetap hingga kredit lunas.

Hunian Manggarai dikembangkan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui KAI Properti dengan total 3.784 unit dalam delapan tower. Proyek tersebut berada di kawasan strategis yang terintegrasi dengan salah satu simpul transportasi publik utama di Jakarta.

Ket. Foto: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN menyiapkan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan tenor hingga 40 tahun untuk masyarakat yang ingin memiliki hunian di kawasan Transit Oriented Development (TOD) Manggarai, Jakarta. Skema tersebut menawarkan suku bunga 6 persen yang tetap hingga kredit lunas. — Sumber: BTN

BTN menyiapkan skema pembiayaan jangka panjang agar masyarakat bisa memperoleh hunian di tengah kota dengan cicilan yang lebih terjangkau. Tenor KPR dapat mencapai 40 tahun dengan bunga 6 persen yang tidak berubah hingga kredit selesai.

"Memang mandat kita mengurus rumah rakyat. Skema KPR-nya ini kita coba yang 40 tahun dengan bunga 6% sampai lunas. Jadi bunganya tidak akan berubah," ujar Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu saat groundbreaking Hunian Manggarai di Jakarta, Jumat (21/8).

BTN bersama KAI Properti berupaya mempertahankan harga hunian Manggarai tetap terjangkau. Harga unit ditargetkan berada di bawah Rp600 juta sehingga masyarakat dapat memiliki tempat tinggal di kawasan pusat Jakarta dengan dukungan subsidi suku bunga.

"Tengah Jakarta, dekat transportasi, harga kita jagain di bawah Rp600 juta. Dapat subsidi suku bunga," kata Nixon.

BTN menyediakan dua pilihan pembiayaan untuk calon penghuni, yakni skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan KPR non-subsidi. FLPP ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang memenuhi ketentuan pemerintah, sedangkan KPR non-subsidi menyasar masyarakat dengan segmen yang lebih luas.

Untuk KPR non-subsidi, BTN juga menyiapkan program khusus dengan uang muka mulai 5 persen. Program tersebut dilengkapi penawaran suku bunga promosi untuk memberikan pilihan pembiayaan sesuai kemampuan calon pembeli.

Salah satu keunggulan Hunian Manggarai adalah lokasinya yang berada di kawasan transportasi publik. Model hunian seperti ini dinilai dapat memberikan kemudahan mobilitas bagi masyarakat karena penghuni berada dekat dengan pusat aktivitas dan layanan transportasi.

Nixon menyebut konsep tersebut berpotensi dikembangkan di berbagai kawasan stasiun lainnya di Jabodetabek. Setelah kawasan stasiun kereta, pengembangan serupa juga berpeluang diarahkan ke kawasan yang terhubung dengan LRT dan MRT.

Hunian Manggarai dibangun di atas lahan sekitar 2,2 hektare. Proyek tersebut terdiri dari delapan tower dengan ketinggian masing-masing 24 lantai.

Sebanyak 1.276 unit akan dibangun di Blok G yang terdiri atas tiga tower. Sementara Blok F memiliki lima tower dengan total 2.508 unit hunian.

Proyek tersebut tidak hanya menyediakan unit hunian, tetapi juga dilengkapi fasilitas pendukung untuk memenuhi kebutuhan penghuni. Sebanyak 150 unit retail akan disiapkan di kawasan tersebut.

Pilihan hunian tersedia mulai dari tipe studio 28 hingga tipe 52 dengan tiga kamar tidur. Dengan variasi tersebut, calon penghuni dapat memilih unit sesuai kebutuhan dan kemampuan pembiayaan.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan pembangunan Hunian Manggarai ditargetkan berlangsung sekitar 18 bulan. Proyek tersebut diarahkan untuk menyediakan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat, terutama masyarakat berpenghasilan rendah yang memenuhi kualifikasi pemerintah.

Pembangunan Hunian Manggarai juga menjadi bagian dari pengembangan hunian vertikal di tengah kota. Konsep tersebut dinilai semakin relevan karena ketersediaan lahan untuk rumah tapak di kota-kota besar semakin terbatas dan harga tanah terus meningkat.

BTN dan KAI Properti menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Hunian Manggarai bersamaan dengan groundbreaking proyek tersebut. Kerja sama mencakup pengembangan skema pembiayaan, layanan perbankan dan transaksi, pemasaran bersama, hingga dukungan akses pembiayaan bagi konsumen.

BTN juga menyiapkan balé by BTN sebagai kanal untuk pendaftaran minat dan pembayaran Nomor Urut Pemesanan (NUP) Hunian Manggarai. Sementara itu, pembahasan terkait pembiayaan konstruksi kepada KAI Properti masih berlangsung.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengapresiasi peran BTN dalam penyaluran pembiayaan rumah subsidi. Ia berharap kemampuan BTN dalam menyalurkan FLPP dapat kembali dimanfaatkan untuk mengembangkan hunian di aset-aset KAI lainnya.

"Untuk FLPP juara satu, saya nggak ada lawan BTN. Saya mohon Pak Nixon kita bangun lagi di tempat lain, supaya aset-aset kereta api bisa segera dibangunkan," ujar Maruarar.

Ketua Satuan Tugas Perumahan Hashim Djojohadikusumo juga menekankan pentingnya memastikan Hunian Manggarai dinikmati masyarakat yang memang menjadi sasaran program. Ia mengingatkan agar unit hunian tidak dimanfaatkan untuk kepentingan spekulasi.

"Kita harus adil, satu pelanggan, satu peminat, satu apartemen," kata Hashim.

Dengan skema KPR tenor panjang, bunga tetap, pilihan pembiayaan subsidi dan non-subsidi, serta lokasi yang terhubung transportasi publik, Hunian Manggarai diharapkan menjadi salah satu model penyediaan hunian terjangkau di pusat Jakarta. Konsep tersebut juga berpotensi direplikasi di kawasan sekitar stasiun maupun simpul transportasi publik lainnya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.