Karhutla di Kalimantan, 5 Pesawat TNI AU Kembali Dikerahkan.
Jumat, 21 Agu 2026, 16:59 WIBSekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan sebanyak lima pesawat TNI Angkatan Udara kembali diberangkatkan dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat siang, menuju Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
âLima pesawat TNI AU kembali diberangkatkan dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, menuju Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur untuk memperkuat 30 armada BNPB yang telah beroperasi di tiga provinsi terdampak di Kalimantan,â kata Seskab Teddy dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat.
Selain lima pesawat tersebut, TNI AU juga menyiagakan sejumlah pesawat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Armada tersebut disiapkan untuk bergerak sewaktu-waktu sesuai kebutuhan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan perkembangan situasi di lapangan.
Diketahui, Pemerintah terus memperkuat operasi penanganan karhutla di sejumlah wilayah dengan potensi kebakaran tinggi.
Seskab Teddy mengungkapkan berdasarkan laporan Kepala BNPB Suharyanto sebanyak 52 pesawat telah dikerahkan dalam operasi penanganan karhutla di enam provinsi dengan potensi kebakaran tinggi, yakni Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.
âDari jumlah tersebut, 30 pesawat beroperasi di wilayah Kalimantan dan 22 pesawat di wilayah Sumatra,â kata Seskab.
Armada yang ditempatkan di Kalimantan terdiri atas berbagai jenis pesawat dan helikopter yang mendukung kegiatan patroli, operasi modifikasi cuaca (OMC), serta pemadaman kebakaran dari udara melalui "water bombing".
Operasi udara tersebut telah berlangsung secara intensif. Pada Kamis (20/8) dan Jumat, armada BNPB bersama TNI melakukan operasi "water bombing" untuk menjangkau dan memadamkan titik-titik karhutla dari udara di wilayah terdampak.
Penambahan armada udara tersebut merupakan bagian dari langkah pemerintah untuk memperkuat penanganan karhutla sekaligus meningkatkan kecepatan respons terhadap titik-titik kebakaran yang berpotensi meluas.
Pemerintah juga terus berupaya menekan dampak kabut asap yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan dan lahan, sekaligus melindungi keselamatan masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan di wilayah terdampak.
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Yebdi Trismar
Berita Terkait:
-
FerranTorres: Hari Ini Takdir Telah Ditentukan, Spanyol Jadi Juara di Final Piala Dunia
-
Iran Hantam Jantung Operasi Militer AS di Yordania, Armada Black Hawk AS Hangus Bergelimpangan
-
Permudah Penyiapan Bekal Sekolah Anak, Teknologi AI Kini Hadir di Perangkat Kulkas Modern
-
Begini Kronologinya, Satu Warga Meninggal Saat Karhutla Melanda Ketapang
-
Bensin Dicampur Minyak Kayu Putih Bisa Lebih Irit? Apakah Benar? Ini Penjelasannya!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.