Sinergi BUMN dan Perusahaan Tambang Sangat Dibutuhkan

Jumat, 12 Mar 2021, 09:15 WIB

JAKARTA - Indonesia dinilai bisa menjadi produsen utama komponen baterai dan kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara. Ke depan, kendaraan listrik atau electric vehicles (EV) bakal mendominasi pasar moda transportasi.

"Indonesia diharapkan dapat menjadi pemain utama untuk manufaktur baterai dan produsen EV di Asia Tenggara dan tidak hanya sekadar menjadi perpanjangan pasar," kata Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Widya Yudha dalam diskusi virtual, Rabu (10/3).

Ket. Foto: Baterai EV — Sumber: istimewa

Menurut Satya, baterai merupakan salah satu komponen terpenting dalam pengembangan EV. Indonesia, lanjutnya, bisa menjadi pemain utama baterai kendaraan listrik karena memiliki cadangan nikel dan kobalt sulfat sebagai bahan baku baterai, yang cukup besar.

Namun, dia berpendapat dibutuhkan kerja sama yang intensif dari BUMN dan perusahaan tambang guna mewujudkan hal tersebut.

Satya menambahkan EV sangat linear dengan kebijakan pemerintah Indonesia terkait Ratifikasi Perjanjian Paris yaitu mengurangi emisi karbon sebesar 29 persen dan 41 persen dengan bantuan internasional hingga 2030. Selain juga linear dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama poin nomor tujuh.

Menurut dia, Indonesia merupakan salah satu negara pengguna kendaraan roda dua terbesar yang menghasilkan banyak emisi karbon, sehingga adanya kendaraan listrik merupakan salah satu solusi mengatasi emisi karbon tersebut.

Peran Swasta

Pada 2025, Indonesia menargetkan mampu memproduksi 2,1 juta sepeda motor listrik. Peran sektor swasta di Indonesia, lanjutnya, juga penting dalam mengakselerasi pengembangan EV.

Satya menambahkan salah satu kendala pengembangan EV, yaitu mengenai harga. Kebanyakan pengguna kendaraan roda dua, merupakan kelompok masyarakat ekonomi menengah ke bawah, sehingga cukup sulit membeli motor listrik, yang harganya relatif mahal.

Karenanya, menurut dia, perlu adanya kebijakan yang bisa membuat harganya menjadi lebih kompetitif, misalnya melalui pemberian insentif fiskal maupun nonfiskal.

Satya juga mengatakan kolaborasi dan koordinasi dari swasta dan pemerintah di kawasan Asia Tenggara menjadi hal yang penting, dalam upaya percepatan pengembangan EV.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Program Berani Berdering, Bebaskan 150 Desa di Sulteng dari "Blank Spot" Internet Bantu Pelaku UMKM Perluas Pasar "e-commerce"

Upaya Lepas dari Jerat Opium, Afghanistan Bangun Fasilitas Rehabilitasi Narkoba

Lindungi Warganya di Luar Negeri, Vietnam Perketat Aturan Pekerja Migran

Ruben Onsu Akan Diperiksa Polres Metro Jaksel pada Jumat 28 Agustus

BNPB Catat Jumlah Korban Jiwa Gempa NTT Jadi 103 Orang

Resmi! Persib Bandung Luncurkan Jersey Baru Musim 2026/2027

Di Balik Canggihnya Kompetisi Robotika Dunia, Keamanan Jaringan jadi Kunci Peserta Pakai Jaringan WLAN/5G Khusus

Pascakebakaran Desa Sade, ASITA NTB Siapkan Paket Wisata Alternatif Jelang MotoGP

TNI AU Gencarkan Operasi Udara Percepat Pemadaman karhutla di Kalsel

93 Inovasi Pelajar Bersaing Tawarkan Solusi bagi Kabupaten Bogor

Pemkab Banjar Dorong Kue Tradisional Jadi Produk Kreatif Bernilai Jual.

Film Terbaru Resident Evil Versi Zach Cregger Tampilkan Cerita Baru dan Sensasi ala Gim

Tarif LRT Jakarta Rute Kelapa Gading-Manggarai Masih Rp5.000 hingga Oktober

BI: Penjualan Produk UMKM pada Pameran KKI 2026 Naik 46 Persen

Menkes Budi Gunadi Sadikin Masuk Bursa Dirjen WHO 2027-2032

Jaringan Kedai Kopi asal Korsel, Angel-in-us, Siap Beroperasi di Indonesia

Tanggapi OMC Pemprov DKI, DPRD Minta Jalur Komunikasi Darurat Bencana Dipercepat

Polda Sumsel Jadikan Desa sebagai Garis Terdepan Pencegahan Karhutla

Prakiraan Cuaca BMKG Selasa: Mayoritas Kota Besar Indonesia Cerah Berawan hingga Berawan Tebal.

Viral Pembobolan Toko di Plaza Andalas Padang, Polisi Tangkap Pelaku.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.