Brunson Bantu Knicks Bangkit Atasi Cavaliers di Laga Pertama Final Wilayah Timur NBA
Kamis, 21 Mei 2026, 00:05 WIBNEW YORK, AMERIKA SERIKAT - Pemain bola basket asal Amerika Serikat Jalen Brunson tampil sebagai penyelamat ketika New York Knicks menciptakan salah satu kebangkitan paling dramatis dalam sejarah final Wilayah Timur NBA. Tertinggal 22 poin di kuarter keempat, Knicks bangkit untuk menundukkan Cleveland Cavaliers 115-104 lewat overtime di gim pertama final Wilayah Timur, Rabu (20/5) di New York.
Madison Square Garden sempat membeku. Dengan sisa 7 menit 52 detik di waktu normal, Cavaliers memimpin 93-71 dan tampak melaju nyaman menuju kemenangan pembuka seri. Permainan Knicks terlihat kacau, kehilangan ritme, dan gagal membendung agresivitas Cleveland yang sepanjang tiga kuarter tampil dominan.
Namun segalanya berubah ketika Brunson mengambil alih pertandingan. Guard andalan New York itu memimpin rentetan 18-1 yang menghidupkan kembali harapan tuan rumah. Serangan demi serangan dibangun dengan ketenangan, sementara pertahanan Knicks mulai memutus alur ofensif Cavaliers. Puncaknya terjadi saat Brunson melesakkan floating shot yang memantul ke papan untuk menyamakan kedudukan 101-101 ketika laga tinggal menyisakan 19,3 detik.
Kesempatan terakhir Cleveland buyar setelah tembakan tiga angka Sam Merrill gagal menemui sasaran. Pertandingan berlanjut ke overtime, dan di momen itulah mental Knicks benar-benar berbicara. Mereka membuka babak tambahan dengan sembilan poin beruntun yang langsung meruntuhkan kepercayaan diri Cavaliers.
Brunson menutup laga dengan 38 poin dan menjadi simbol kebangkitan luar biasa New York. âKami terus bertarung dan terus percaya. Mereka bermain sangat bagus, tetapi kami menemukan cara untuk menang,â ujar Brunson kepada ESPN.
Selain Brunson, Mikal Bridges menyumbang 18 poin, sementara OG Anunoby yang kembali setelah absen dua gim karena cedera ikut memberi energi penting dengan 13 poin.
Di kubu Cleveland, Donovan Mitchell mencetak 29 poin, sedangkan James Harden menambahkan 15 angka. Akan tetapi dominasi mereka selama tiga kuarter menguap begitu saja dalam delapan menit terakhir laga.
Mitchell tidak menutupi kekecewaannya. âKami seharusnya memenangkan pertandingan ini. Unggul 22 poin dengan delapan menit tersisa, kami harusnya bisa menutup laga,â katanya.
Meski demikian, bintang Cavaliers itu menegaskan seri masih panjang. Cleveland masih memiliki ruang untuk memperbaiki diri sebelum gim kedua yang kembali digelar di New York pada hari Jumat mendatang.
Kemenangan ini menjadi langkah penting bagi Knicks yang memburu penampilan pertama mereka di Final NBA sejak 1999. Musim lalu mereka mencapai final konferensi (wilayah), tetapi disingkirkan Indiana Pacers.
Di sisi lain, Cavaliers merasakan kerasnya tekanan final wilayah untuk pertama kalinya sejak era LeBron James pada 2018. Kekalahan ini juga memperlihatkan persoalan utama Cleveland yakni ketidakmampuan menjaga momentum saat tekanan meningkat.
Sementara itu, final Wilayah Barat juga langsung menghadirkan drama besar. San Antonio Spurs menundukkan juara bertahan Oklahoma City Thunder lewat double overtime berkat 41 poin Victor Wembanyama. Untuk pertama kalinya dalam sejarah NBA, gim pembuka kedua final konferensi sama-sama ditentukan lewat overtime.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
PU Tuntas Tangani Infrastruktur Sanitasi Terdampak Bencana di Sumatera
-
Xiaomi Luncurkan Robot Vacuum H50 Series di Indonesia, Andalkan AI untuk Kebersihan Rumah Pintar
-
Akselerasi Pembentukan Perda Daerah Khusus Jakarta
-
Gilgeous-Alexander, Wembanyama, dan Jokic Masuk Finalis MVP NBA
-
Manchester United Didorong Rekrut Kone, Roma Siap Lepas Gelandang Asal Prancis di Bursa Transfer Musim Panas
-
Justin Bieber Bawakan Deretan Lagu Hits Lama dan Baru di Ajang Coachella 2026
-
BKHIT Maluku Pastikan Standar Ekspor Udang Vaname ke Tiongkok
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.