DPD RI Inginkan Balitbangtan Lanjutkan Riset 'Eucalyptus'
📅 Minggu, 12 Jul 2020, 20:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Dokumentasi Badan Litbang Pertanian Kementa
JAKARTA - Wakil Ketua Komite I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Abdul Kholik mengharapkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian melanjutkan riset eucalyptus sebagai upaya mengatasi penularan wabah virus korona atau Covid-19.
"Riset eucalyptus harus tetap dilanjutkan Kementerian Pertanian, karena ini temuan penting untuk bangsa Indonesia," ujar Abdul Kholik, melalui keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (12/7).
Menurut dia, penularan Covid-19 ini begitu cepat dan obat maupun vaksinnya belum ada, oleh karena itu temuan apapun yang berkaitan untuk mengatasinya sangat dibutuhkan sekarang, termasuk eucalyptus.
Temuan ini, lanjutnya, menjadi harapan solusi di tengah masalah besar yang sedang dihadapi bangsa. Harapannya, Kementerian Pertanian terus maju dan dirinya akan mendorong pada forum DPD RI.
Kholik berharap temuan Balitbangtan tersebut menghasilkan produk yang bisa mengatasi wabah virus korona di Tanah Air.
"Seberapa pun sumbangannya untuk mengatasi wabah ini, harus diteruskan dan diupayakan produk-produknya bisa lebih banyak lagi untuk menangani virus ini. Riset ini tetap harus dilanjutkan Kementan, tinggal skemanya apakah dalam bentuk kolaboratif kementerian/lembaga lain tidak masalah," ujarnya.
Nota kesepahaman (MoU) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementan dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) beberapa waktu lalu, lanjutnya, harus didorong agar lebih meyakinkan publik.
Sebagai organisasi profesi yang berkaitan dengan pengobatan dan mempunyai tanggung jawab berkaitan dengan Covid-9 ini, menurut dia, IDI lebih relevan untuk bisa membantu menjelaskan kepada masyarakat.
"DPD RI mempunyai program pengembangan potensi daerah, diharapkan dapat bersinergi dengan Kementan. Hasil-hasil penelitian litbang Kementan bisa disinergikan dengan daerah nantinya," katanya.
Sementara itu, Kepala Balitbangtan Kementan Fadjry Djufry mengatakan pihaknya telah mengembangkan prototipe produk berbasis eucalyptus dengan lima varian yaitu roll on, inhaler, balsam, minyak, dan kalung aroma terapi.
Salah satu varian produk eucalyptus ini berbentuk kalung yang merupakan produk aromaterapi dan didesain dengan teknologi nano dalam bentuk serbuk yang dikemas dalam kantong berpori.
Produk tersebut mengeluarkan aroma secara lepas lambat (slow release), sehingga berfungsi sebagai aromaterapi selama jangka waktu tertentu.
Menurut Fadjry, penggunaannya dengan cara menghirup aroma yang keluar dari kemasannya, atau dengan menghirup langsung dari lubang-lubang kemasannya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!