Menikmati Menu Ayam dan Bebek di Sambal Pawon Paris
📅 Rabu, 04 Mar 2020, 01:00 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoSetelah disembelih dan dibersihkan, terus digoreng terlebih dahulu. Kemudian masukkan racikan bumbu tongseng kira-kira 10 menit dan tongseng sudah masak, siap saji.
Bagi konsumen berselera padas bisa ditambahan cabai sesuai taste yang diinginkan pada racikan bumbu tongseng. Menu tongseng ikan tergolong baru, hasil inovasi dan mencoba memenuhi selera pasar.
Semula di rumah makannya hanya ditawarkan gurami dan nila dalam bentuk goreng atau bakar. Dalam menjaga kualitas tongseng ikan, ikannya harus fresh.
"Kalau nggak fresh daging ikannya tidak akan menghasilkan kaldu. Padahal kelezatan tongseng ikan ada di sini," terang Agus.
Supaya rasa masakan tetap lezat, menggunakan bumbu tradisional. Hal ini akan menciptakan rasa masakan dengan bumbu ndeso. Dengan memakai bumbu ini akan lebih meresap sampai ke dalam daging ikan. Di sinilah rahasia kelezatan tongseng ikan.
Menikmati Minuman Kesukaan Raja Sultan Agung
Sambil menunggu makanan selesai diracik, Anda bisa minta pesanan minuman disiapkan terlebih dulu. Cukup banyak pilihan tersedia di daftar menu yang ada, mulai yang dingin hingga panas. Di Sambel Pawon, Koran Jakarta mencoba menghitung, tersedia lebih dari 50 jenis minuman, baik panas maupun dingin. Yang dingin, antara lain ada aneka jus (mangga, alpukat, buah naga, tomat, jambu, timun, apel, pir, strowbery, orange jus, melon, semangka, sirsak, jus mix). Tersedia juga sup buah, es lidah buaya, es lemon tea, es jeruk, es jeruk nipis, es teh manis, es degan utuh. Untuk minuman panas tersedia teh tawar panas, teh tarik, teh kampung, lemon tea panas, jeruk panas, jeruk nipis panas, degan utuh.
Ada kopi hitam, kopi susu, kopi mocca, kopi jahe, susu, susu jahe. Yang menarik ada aneka wedangan, mulai wedang sere, wedang jahe, wedang teh jahe, wedang jahe jeruk hingga wedang uwuh. Untuk minuman yang disebut terakhir, penulis ingat pengalaman beberapa tahun lalu. Pada awal tahun 2000-an, penulis berziarah ke Makam Imogiri.
Selesai naik ratusan anak tangga, lalu turun, badan terasa sungguh lelah. Saat duduk istirahat di warung kecil yang ada di dekat parkiran makam, ditawari untuk mencoba wedang uwuh. Saat itu terasa aneh mendengar nama minuman tersebut. Ibu pemilik warung menyakinkan untuk mencobanya karena ini dulu menjadi minuman kesukaan Raja Mataram, Sultan Agung. Dari tradisi lisan yang beredar di masyarakat, konon wedang uwuh berasal dari kisah Sultan Agung.
Ketika itu, Sultan Agung bersama beberapa pengawal mencari tempat yang akan dijadikan sebagai pemakaman keluarga raja. Setelah melewati proses menyepi dan bekeliling beberapa tempat, Sultan Agung memutuskan Bukit Merak Imogiri menjadi tempat untuk pemakaman. Pada malam hari, Sultan Agung meminta pengawalnya membuatkan minuman untuk menghangatkan tubuh.
Pengawal tersebut membuatkan wedang secang, yang di dalamnya ada jahe dan kayu secang. Minuman tersebut, diletakkan di bawah pepohonan dekat tempat menyepi Sultan Agung.
Ada beberapa dedaunan dan ranting tak sengaja jatuh pada wedang secang milik Raja, bercampur dan larut menjadi satu. Raja pun meminum dan berkata bahwa minuman itu sangat enak. Dari kejadian itu lahirlah wedang uwuh. Minuman Andalan Nah, wedang uwuh itulah yang kini menjadi salah satu minuman andalan di resto ini.
Wedang adalah kata dalam bahasa Jawa yang berarti minuman, sedangkan uwuh berarti sampah. Minuman ini dinamakan demikian karena bahan-bahannya berupa dedaunan mirip dengan sampah.
"Banyak yang suka dengan minuman wedang uwuh ini. Selain rasanya khas, minuman juga menyehatkan," kata Agus Subagyo, pemilik Rumah Makan Sambel Pawon, saat ditemui Koran Jakarta, Senin (2/3).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!