Kean Bawa Juventus Dekati Scudetto
📅 Kamis, 04 Apr 2019, 01:00 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: AFP/MARCO BERTORELLOKemenangan Juventus diwarnai a
Kemenangan Juventus diwarnai aksi pelecehan rasisme dari pendukung tuan rumah.
MILAN - Bintang muda Italia yang sedang naik daun, Moise Kean, menjadi sasaran pelecehan rasis setelah dia terus mencetak gol. Torehannya mendorong Juventus lebih dekat menuju gelar Serie A kedelapan beruntun dengan kemenangan 2-0 atas Cagliari, Rabu (3/4) dini hari WIB.
Kean, 19, mencetak gol keempatnya di Seri A pada menit ke- 85 setelah bek Juventus Leonardo Bonucci menjaringkan gol pembuka pada 22 menit di Sardinia.
Perayaan pemain muda itu setelah mencetak gol membuat geram orang-orang Sardinia yang telah mengejeknya usai dia menerima kartu kuning karena diving di babak pertama. Selama pertandingan, Kean, bersama dengan rekan setimnya asal Prancis Blaise Matuidi dan pemain Brasil Alex Sandro, menjadi sasaran sorakan suara monyet dan intensitasnya meningkat setelah gol kedua.
Kean merayakannya dengan tangan terentang di depan para penggemar Cagliari setelah mencetak gol. Tetapi Bonucci mengklaim bahwa Kean seharusnya tidak memprovokasi pendukung tuan rumah dan mengatakan rekan setimnya sebagian harus disalahkan atas adegan-adegan buruk itu.
"Kean tahu bahwa ketika dia mencetak gol, dia harus merayakannya dengan rekan satu timnya. Dia tahu dia bisa melakukan sesuatu yang berbeda juga," ujar Bonucci kepada Sky Sport Italia.
"Ada cemoohan rasis setelah gol itu, Blaise mendengarnya dan marah. Saya pikir kesalahannya adalah 50-50, karena Moise seharusnya tidak melakukan itu dan Curva (penggemar Cagliari) seharusnya tidak bereaksi seperti itu. Kami adalah profesional, kami harus memberikan contoh dan tidak memprovokasi siapa pun," sambungnya.
Penggemar Cagliari tampaknya melempar benda ke Kean, dan pertandingan dihentikan untuk sementara waktu. Sementara Matuidi bereaksi dengan geram terhadap cemoohan di stadion, tempat dia juga menjadi sasaran musim lalu.
Pelecehan itu terjadi pada hari ketika presiden UEFA Aleksander Ceferin mengatakan dia akan meminta wasit untuk menghentikan pertandingan di masa depan ketika ada nyanyian rasis.
"Seperti biasa, ada beberapa orang idiot, tetapi juga ada orang normal," ujar pelatih Juventus Massimiliano Allegri. "Kami memiliki kamera, kami mengidentifikasi dan akan melarang mereka," sambungnya.
Presiden Cagliari Tommaso Giulini menyalahkan Kean karena meningkatkan ketegangan. "Jika (Federico) Bernardeschi melakukan apa yang Kean lakukan, reaksinya akan sama," ujar Giulini. "Tidak ada yang mendengar apa pun sampai saat itu. Kean membuat kesalahan, dia berusia 19 tahun, itu bisa dimengerti," sambungnya.
Kemenangan itu membuat Juventus kembali unggul 18 poin dari Napoli yang berada di posisi kedua, dengan hanya delapan pertandingan tersisa. Pada pertandingan berikutnya Juventus akan menjamu AC Milan, yang sebelumnya ditahan 1-1 oleh Udinese.
Juventus meminggirkan striker bintang Cristiano Ronaldo dan Paulo Dybala yang cedera, dengan Mario Mandzukic juga terserang flu.
Satu Poin
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!