Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
-

Kelezatan Makanan dan Camilan dari Tahu

📅 Senin, 24 Des 2018, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kelezatan Makanan dan Camilan dari Tahu Doc: istimewa
Ket. Sapo Tahu

Tahu bersama tempe, menjadi penyelamat orang-orang Jawa dari masa krisis asupan gizi.Meski asal usulnya bukan asli dari Tanah Nusantara ini, namun kepopuleran tahu hampir sama dengan tempe (makanan asli Indonesia). Warna favoritnya kuning, namun ada juga yang berwarna putih.

Teksturnya yang lembut serta rasa gurih membuat tahu memiliki penggemar tersendiri. Di beberapa daerah, tahu ini memiliki beragam olahan dan rasa. Misalnya, tahu sumedang, tahu bulat, tahu susu, bahkan tahu keju. Tak hanya dimakan langsung setelah digoreng, tahu juga bisa dimasak dan diolah bersama bahan makanan lain.

Bahan tahu sendiri adalah kacang kedelai. Kemudian difermentasi dan diambil sarinya. Berbeda dengan tempe yang asli dari Indonesia, tahu berasal dari China seperti halnya kecap, tauco, bakpau, dan bakso.

Orang-orang Tionghoa yang datang ke Indonesia, juga membawa kekayaan dan keterampilan kulinernya. Mengutip keterangan sejarawan JJ Rizal, menyebutkan bahwa pada abad ke-10 orang-orang Tionghoa telah menyajikan tahu di Nusantara, meskipun terbatas di kalangan elite. "Jadi tahu lebih tua daripada tempe dilihat dari masa mulai produksinya," kata Rizal.

Kalau dari sisi bahasa, tahu sendiri adalah kata serapan dari bahasa Hokkian, tauhu, yang secara harpiah berarti 'kedelai yang difermentasi'. Di Jepang tahu ini dikenal dengan nama tofu, yang sama sama dibawa oleh para perantau China dan menyebar ke Asia Timur serta Asia Tenggara, dan akhirnya ke seluruh dunia.

Konon asal muasal dibuatnya tahu ini sudah terjadi sejak zaman Dinasti Han sekitar 3.000 tahun lalu. Ada beberapa teori bagaimana tahu pada awalnya terbentuk: Teori pertama kemungkinan besar proses pengumpalan tahu terjadi secara kebetulan.

Bila membuat sup dari pure kedelai biasanya harus diberi bumbu. Bila sup tersebut diberi garam kemungkinan besar mengandung nigari (garam alami). Dengan adanya garam biterrn (nigari) maka penggumpalan tahu segera terjadi, garam yang sengaja ditambahkan ternyata dapat menggumpalkan tahu.

Para tukang masak kemudian mengambil ampas tahu, agar mendapat tahu yang lebih lembut dengan tekstur yang indah. Tahap berikutnya adalah dengan pengepresan, membantu makan lebih tahan segar dalam waktu yang cukup lama. Teori kedua mengusulkan bahwa karena tidak menernakkan sapi atau kambing untuk produksi susu, kemungkinan besar masyarakat China tidak familiar dengan cara menggumpalkan susu atau proses pengumpalan secara umum.

Karena alasan tersebut, kemungkinan besar mereka belajar dari orang India di daerah China selatan atau dari Monggolia bagian Utara China. Kedua negara tersebut biasa membuat gumpalan susu dan keju.

Datangnya tahu ke Nusantara sendiri, tidak dapat ditentukan kapan waktunya yang tepat.enurut. Namun, orang Kediri mengklaim sebagai kota pertama di Nusantara yang mengenal tahu, yang dibawa tentara Kubilai Khan pada tahun 1292.

Seperti yang ditulis Suryatini N Ganie dalam buku Dapur Naga di Indonesia. "Kami mendapati tempat berlabuhnya jung-jung Mongol di kota itu sampai hari ini masih disebut dengan Jung Biru. Armada ini mempunyai jung-jung khusus untuk mengurus makanan tentara, termasuk satu yang khusus untuk menyimpan kacang kedelai dan membuat tahu," ungkap Suryatini.

Pada abad ke-19, orang-orang Jawa dilanda krisis gizi yang luar biasa akibat penerapan sistem cultuurstelsel (Tanam Paksa). Hasil bumi dikuras untuk kepentingan kolonial sampai mereka sendiri kesulitan untuk makan. Saat itulah tahu muncul sebagai pangan alternatif.

"Menurut sejarawan Onghokham. Tahu bersama tempe, menjadi penyelamat orang-orang Jawa dari masa krisis asupan gizi," tambah sejarawan KK Rijal. Sampai sekarang, tahu menjadi makanan penting bagi orang Indonesia. Cara penyajiannnya di tiap wilayah pun bervariasi. Meski begitu, ia tetap menjadi pangan yang populer dan dapat dinikmati kapan saja.

Sebagai makanan ringan atau camilan, Anda pasti mengenal tahu sumedang yang bisa langsung dimakan setelah digoreng. Paling nikmat dimakan dengan cabe rawit atau sambal kecap.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
PT KAI: Penumpang Kereta Ja...

Mendag Ajak Mahasiswa Jadi Eksportir Muda

21 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Mendag Ajak Mahasiswa Jadi ...

Kereta Listrik KAI Group Angkut 166,15 Juta Orang

25 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kereta Listrik KAI Group An...
Daerah
Psang jadi Komoditas Andala...
Daerah
Inovasi Pengolahan Eceng Go...
Luar Negeri
Komando Marinir Inggris Men...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Puluhan Ribu Orang Ikuti Lomba Lari Jakarta Internasional Maraton

Puluhan Ribu Orang Ikuti Lomba Lari Jakarta Internasional Maraton

14 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.