Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads
-

Jutaan Pria di Tiongkok dan India Terancam Tidak Bisa Menikah

📅 Rabu, 25 Apr 2018, 00:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jutaan Pria di Tiongkok dan India Terancam Tidak Bisa Menikah Doc: koran jakarta /ones

Beijing - Jumlah pria di Tiongkok dan India mengalahkan jumlah populasi perempuan. Jumlah pria di dua negara itu jika digabungkan menjadi sekitar 70 juta orang.

Akibatnya, terjadi pengurangan perilaku konsumsi yang berdampak pada situasi ekonomi dan meningkatnya angka kejahatan, kekerasan, dan prostitusi di beberapa daerah.

"Di masa depan, akan ada jutaan pria yang tidak bisa menikah dan hal itu sangat berdampak untuk kehidupan di masyarakat," kata Kepala Demografer di Xian Jiaotong University, Li Shuzhuo.

Dari total 1,4 miliar warga Tiongkok, pria 34 juta lebih banyak ketimbang wanita. Hal ini terjadi karena kebijakan pemerintah Tiongkok pada tahun 1979 hingga 2015 lalu, yang menganjurkan memiliki satu anak saja.

Kebanyakan pasangan kala itu menginginkan anak lakilaki ketimbang anak perempuan. Anak laki-laki dianggap dapat lebih mengayomi keluarga.

Sementara di India, anak laki-laki lebih dipilih sebagai ahli waris dan tumpuan keluarga ketika orang tua sudah jompo, membuat jumlah pria 57 juta lebih unggul dibandingkan jumlah wanita.

Jumlah yang tidak seimbang itu menyebabkan para pria sulit mendapatkan pasangan. Sehingga pria dewasa tersebut akan tinggal dengan orang tua mereka dan tidak sedikit orang tua yang merasa terbebani.

Faktor lainnya adalah jumlah mahar yang diminta oleh pihak keluarga perempuan. Di Tiongkok, agar seorang pria dapat menikah paling tidak ia harus memiliki sebuah rumah dan mobil.

Bahkan, beberapa pria harus membayar mahar hingga 30.000 dollar AS. Menurut survei yang dilakukan oleh People's Daily Newspaper, harga mahar rata-rata di Tiongkok saat ini sekitar 180.000 yuan.

Karena tingginya harga mahar tersebut, tidak heran jika para pria Tiongkok akhirnya melirik ke wanita asing. Bahkan, sebuah situs kencan di Tiongkok menawarkan pengantin wanita seharga 8.000 dollar AS.

Biasanya, wanita asing ini ditawarkan pekerjaan sebelum akhirnya dipaksa untuk menikah dan umumnya memiliki stasus sosial yang lebih rendah.

Negara-negara berkembang, seperti Kamboja, Vietnam, dan Laos disebut sebagai negara-negara yang paling banyak dinikahi oleh priapria Tiongkok ketika mereka tidak dapat menikahi wanita di Tiongkok.

"Untuk pria berusia 40 tahun ke atas, wanita Kamboja menjadi pilihan kedua," kata Liu Hua, salah satu warga di Huanglong yang menikahi wanita asal Kamboja.

Sementara di Kamboja sendiri, anak perempuan biasanya diharapkan menjadi penyokong finansial keluarga apalagi jika sang kepala keluarga telah tiada. gma/AFP/P-4

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Advertisement
IHSG Hari Ini Menghijau, Kepercayaan Investor Belum Sepenuhnya Pulih

IHSG Hari Ini Menghijau, Kepercayaan Investor Belum Sepenuhnya Pulih

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.